Renungan Minggu Ini

Petunjuk Penggunaan Renungan

  1. Berdoalah sebelum mulai membaca Firman Tuhan dan persekutuan pribadi dengan Tuhan supaya Roh Kudus menerangi hati dan pikiran kita.
  2. Bacalah ayat-ayat Firman Tuhan yang disarankan sebelum membaca ulasan Firman Tuhan.
  3. Renungkan bacaan dan ulasan Firman Tuhan yang telah dibaca, kemudian segera refleksikan dalam kehidupan pribadi Saudara.
  4. Mintalah pertolongan Roh Kudus supaya memberi kesanggupan kepada Saudara untuk melakukan Firman Tuhan dan keputusan Saudara hari ini.
  5. Berdoalah dan mengucap syukurlah atas berkat dari Renungan Firman Tuhan yang telah Saudara dapatkan.

 

Sungut-Sungut

Bukan kepada kami sungut-sungutmu itu, tetapi kepada TUHAN. (Keluaran 16:8b)

Dalam perjalanan pulang, di sebuah rest area kami berhenti untuk sekadar beristirahat sejenak dan ke toilet. Waktu itu diberlakukan antrean per pintu. Setiap pintu ditunggui beberapa orang yang menunggu giliran pakai toilet. Saya memilih pintu paling ujung. Sayang, dua orang di depan saya ternyata berkebutuhan khusus di dalam toilet, sehingga saya harus menunggu lama sekali. Setelah kejadian itu, saya terus mengomel hampir di sepanjang perjalanan. Sebenarnya saya malu sekali dengan sungut-sungut saya sendiri, tetapi hati saya begitu kesal saat itu. Saya merasa tidak beruntung.

Sumber Air

Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. (Mazmur 1:3)

Ada beberapa tanaman dan pohon di depan rumah saya. Pada malam hari saya suka menyemprot mereka dengan air. Pada saat menyemprotnya saya senang sekali melihat daun-daunan terkena air menjadi segar kembali setelah seharian kepanasan. Dengan semprotan yang rutin, tanaman dan pohon itu tidak menjadi kering atau mati meskipun cuaca sedang panas-panasnya di lingkungan saya karena musim hujan belum menggantikan musim kemarau saat ini.

Memperbudak Diri

Tidak sesatkah orang yang merencanakan kejahatan? Tetapi yang merencanakan hal yang baik memperoleh kasih dan setia. (Amsal 14:22)

Orangtua yang menghendaki masa depan yang baik bagi anak-anaknya, akan memikirkan cara menyiapkan, memotivasi dan membawa anaknya menuju masa depan. Anak-anak yang ingin membahagiakan orangtua pasti membuat perencanaan untuk mewujudkan impiannya. Bahkan untuk kematian pun, manusia membuat suatu rencana. Misalnya, mengenai cara pemakaman dan tempat dikuburkan.  Tanpa perencanaan, kegagalan akan mewarnai usaha manusia (Amsal 24:6), karenanya setiap orang harus punya planning hidup.

Dimulai Dari Hati

Mereka sedang makan bersama, dan Iblis telah membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati Dia. (Yohanes 13:2)

Kita pasti pernah mendengar nasihat ini: "Kembali kepada hati nurani masing-masing saja." Nasihat yang kelihatan bijak ini seolah-olah menempatkan hati nurani sebagai sesuatu yang suci dan tak bisa dinodai sehingga produk-produk yang keluar darinya adalah kebenaran semata. Benarkah demikian? Jawabnya tentu saja tidak benar. Hati nurani dapat dikotori oleh dosa.

Buang Keangkuhanmu

Keangkuhan merendahkan orang, tetapi orang yang rendah hati, menerima pujian. (Amsal 29:23)

Siapa yang suka orang angkuh? Tidak ada. Dan siapakah yang mau jadi orang yang angkuh? Tidak ada satu pun dari kita yang mau. Namun tanpa sadar seringkali kita bersikap demikian. Kata “angkuh” dalam bahasa Inggris disebut sebagai 'pride'. Alkitab bahasa Inggris KJV menyebutkan: "A man's pride shall bring him low: but honour shall uphold the humble in spirit." Dalam terjemahan bebas: “Keangkuhan seorang pria akan merendahkan dia, tapi orang yang rendah hati akan membuatnya dihormati oleh orang lain.

Membina Relasi yang Baik

... bahwa hidup kami di dunia ini, khususnya dalam hubungan kami dengan kamu, dikuasai oleh ketulusan dan kemurnian dari Allah bukan oleh hikmat duniawi, tetapi oleh kekuatan kasih karunia Allah. (2 Korintus 1:12)

Pada umumnya manusia hidup dalam suatu komunitas tertentu yang sesuai dengan pilihan hatinya, yaitu di mana ia dapat merasakan adanya kenyamanan dan keakraban dalam komunitas tersebut. Namun, tidak dapat disangkal bahwa hubungan satu dengan lainnya dapat menjadi retak atau terputus sama sekali karena berbagai sebab. Salah satu sebabnya adalah karena adanya sifat atau sikap kita yang tidak benar. Hal itu juga terjadi dalam gereja mula-mula, seperti yang terdapat di kota Korintus.

Di Bawah Kendali Allah

TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya. (Mazmur 37:23)

Pernahkah di saat malam hari Anda memperhatikan langit serta bulan dan bintang yang ada di sana? Pernahkah Anda bayangkan, apa yang akan terjadi jika benda-benda langit itu tidak dikendalikan secara ilahi? Bintang-bintang akan saling berbenturan dan berjatuhan menimpa bumi. Planet berputar tanpa kendali dengan kecepatan tinggi. Namun, kita patut bersyukur, karena Allah telah mengaturnya sedemikian rupa. Pemazmur menuliskan, "Pujilah Dia, hai matahari dan bulan, pujilah Dia, hai segala bintang terang!" Alasannya, "… sebab Dia memberi perintah, maka semuanya tercipta. Dan mendirikan semuanya untuk seterusnya dan selamanya, dan memberi
ketetapan yang tidak dapat dilanggar." (Mazmur 148:3,5-6).

Jadwal Ibadah Minggu

Kebaktian Umum

05.30 WIB Umum I
08.15 WIB Umum II
11.15 WIB Umum III
17.00 WIB Umum IV

Sekolah Minggu
07.30 WIB Sekolah Minggu (besar)
09.00 WIB Sekolah Minggu (kecil)
17.30 WIB Sekolah Minggu (kecil)