Renungan Minggu Ini

Petunjuk Penggunaan Renungan

  1. Berdoalah sebelum mulai membaca Firman Tuhan dan persekutuan pribadi dengan Tuhan supaya Roh Kudus menerangi hati dan pikiran kita.
  2. Bacalah ayat-ayat Firman Tuhan yang disarankan sebelum membaca ulasan Firman Tuhan.
  3. Renungkan bacaan dan ulasan Firman Tuhan yang telah dibaca, kemudian segera refleksikan dalam kehidupan pribadi Saudara.
  4. Mintalah pertolongan Roh Kudus supaya memberi kesanggupan kepada Saudara untuk melakukan Firman Tuhan dan keputusan Saudara hari ini.
  5. Berdoalah dan mengucap syukurlah atas berkat dari Renungan Firman Tuhan yang telah Saudara dapatkan.

 

Bergantung kepada Allah

"Allah semesta langit, Dialah yang membuat kami berhasil!.. (Nehemia 2:20)

Menjadi pribadi yang bertanggung jawab di tengah-tengah situasi atau medan yang sukar bukan perkara mudah. Menyerah, atau bekerja tanpa memberi hasil maksimal mungkin terjadi. Namun perjuangan seorang tokoh bernama Nehemia, memberikan spirit bagi kita untuk mencapai garis finis secara bertanggung jawab. Bukan tanpa hambatan, Nehemia sukses melakukan misi Tuhan, membangun kembali tembok Yerusalem dan mengadakan pembaharuan dalam bidang sosial dan agama di Yehuda. 

Dasar Pengharapan Kita

Dari Paulus, rasul Kristus Yesus menurut perintah Allah, Juruselamat kita, dan Kristus Yesus, dasar pengharapan kita. I Timotius 1:1

Seorang teman bersaksi: “Aku percaya Tuhan pasti akan berikan kepadaku sebuah sepeda motor bulan ini. Aku percaya Tuhan pasti memberikannya melalui salah satu Saudara yang hadir pada malam ini. Ini kehendak Tuhan. Amin Saudaraku?”Pernah mendengar istilah: iman bisik-bisik. Seseorang yang seolah-olah berharap pada Allah tetapi faktanya berharap pada manusia, di kalangan saya sering disebut sebagai iman bisik-bisik. Contohnya ya seperti kesaksian seorang teman tadi.

Jangan Barkan Rasa Takut Menguasai

Dan keesokan harinya bangunlah mereka pagi-pagi hendak naik ke puncak gunung sambil berkata: "Sekarang kita hendak maju ke negeri yang difirmankan TUHAN itu; memang kita telah berbuat dosa." (Bilangan 14:40)

Dalam bacaan Kitab Suci hari ini, kita membaca betapa Israel seolah berayun dari satu kekuatiran ke kekuatiran yang lain, tetapi tidak stabil dan lepas kendali. Hubungan mereka dengan titik pusat, yakni Allah, telah putus. Setelah memata-matai Tanah Perjanjian, Yosua menantang bangsa itu untuk mematuhi Allah dan menduduki negeri itu. Namun, mereka justru mendengarkan laporan yang menggentarkan hati dari sepuluh pengintai dan mengundurkan diri (Bilangan 13:26-14:38). Sebaliknya, setelah Allah menghakimi, mereka segera bergegas menyerang negeri yang difirmankan Tuhan itu tanpa seizin-Nya. (14:40).

Mencoba Menolong Tuhan

Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu." Yesaya  30:15

Tidak ingin berbicara tentang orang lain, tetapi tentang saya. Terkadang tanpa sadar ketika lama menanti pertolongan Tuhan datang, saya mencoba melakukan sesuatu yang saya anggap dapat mempercepat pertolongan Tuhan datang. Katakanlah saya berdoa agar Tuhan memberikan saya seperangkat computer untuk pelayanan. Lama menanti jawaban Tuhan, akhirnya saya memutuskan mencari pinjaman. Pikir saya bila bertemu dengan orang yang mau meminjamkan saya sejumlah uang untuk membeli computer, itulah pertolongan Tuhan. Benarkah demikian?

Melupakan Kegagalan

Aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus. (Filipi 3:13-14)

Jika kita menonton sirkus, biasanya kita melihat gajah-gajah besar yang kakinya diikat pada pasak kecil di tanah. Sebenar gajah-gajah itu dengan mudah dapat mencabut pasak itu dan melarikan diri, tetapi mereka tidak pernah melakukan hal itu. MENGAPA...???

Awas & Siaga

Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu." (Lukas 12:15)

Sebelum Gunung Merapi meletus beberapa waktu lalu, terlebih dahulu telah diberikan peringatan kepada penduduk sekitar Merapi dengan status “AWAS” atau “SIAGA”, tergantung pada seberapa jauh tingkat bahayanya. Tujuan dari peringatan tersebut tentunya adalah supaya penduduk sekitar bisa waspada, berjaga-jaga, dan siap siaga sewaktu-waktu jika aktivitas gunung berbahaya bagi keselamatan mereka, sehingga sebelum gunung meletus mereka bisa melakukan tindakan cepat untuk mengungsi atau menjauh dari puncak gunung. Tetapi ada beberapa dari mereka yang tetap bertahan di rumah mereka, tidak mau mengungsi karena mereka berat untuk meninggalkan rumah, harta, dan ternak mereka. Dan akhirnya terjadilah semburan awan panas ke beberapa daerah di lereng Merapi, yang menyebabkan beberapa korban jiwa yaitu mereka yang tidak mau mengungsi. Alangkah menyedihkan karena mereka harus kehilangan nyawanya, hanya karena mempertahankan harta bendanya.

Serahkanlah Kekuatiranmu

Serahkanlah kuatirmu kepada Tuhan, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah. (Mazmur 55:23)

Menurut sebuah laporan dari Wall Street Journal, kekuatiran kini lebih banyak dijumpai ketimbang depresi, dan merupakan masalah kesehatan mental yang paling parah di Amerika Serikat. Obat-obatan untuk mengatasi kekuatiran saat ini merupakan produk obat yang terlaris. Bahkan dengan laju perekonomian yang pesat dan kondisi politik yang memanas, kekuatiran dan ketakutan selalu menjadi bagian dari hidup manusia yang tidak dapat diatasi oleh pil saja.

Jadwal Ibadah Minggu

Kebaktian Umum

05.30 WIB Umum I
08.15 WIB Umum II
11.15 WIB Umum III
17.00 WIB Umum IV

Sekolah Minggu
07.30 WIB Sekolah Minggu (besar)
09.00 WIB Sekolah Minggu (kecil)
17.30 WIB Sekolah Minggu (kecil)