Renungan Minggu Ini

Petunjuk Penggunaan Renungan

  1. Berdoalah sebelum mulai membaca Firman Tuhan dan persekutuan pribadi dengan Tuhan supaya Roh Kudus menerangi hati dan pikiran kita.
  2. Bacalah ayat-ayat Firman Tuhan yang disarankan sebelum membaca ulasan Firman Tuhan.
  3. Renungkan bacaan dan ulasan Firman Tuhan yang telah dibaca, kemudian segera refleksikan dalam kehidupan pribadi Saudara.
  4. Mintalah pertolongan Roh Kudus supaya memberi kesanggupan kepada Saudara untuk melakukan Firman Tuhan dan keputusan Saudara hari ini.
  5. Berdoalah dan mengucap syukurlah atas berkat dari Renungan Firman Tuhan yang telah Saudara dapatkan.

 

Orang yang Tidak Adil

Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? (1 Korintus 6:9a)

Dalam nats hari ini Rasul Paulus mengingatkan kita betapa pentingnya untuk berlaku adil. Adil kepada Tuhan, kepada diri sendiri dan juga adil terhadap sesama kita! Bahkan kita pun dituntut untuk berbuat adil dalam perkara-perkara biasa atau hal-hal rutin dalam hidup kita sehari-hari (1 Korintus 6:3). Mengapa penting kita berlaku adil setiap hari?  Marilah kita belajar mengenai beberapa kebenaran berikut:

Tenaga Atau Hikmat

Jika besi menjadi tumpul dan tidak diasah, maka orang harus memperbesar tenaga, tetapi yang terpenting untuk berhasil adalah hikmat. (Penghotbah 10:10)

Kata-kata hikmat yang diucapkan oleh Raja Salomo dapat memberikan motivasi untuk menjalani kehidupan di dunia ini. Ayat di atas mengingatkan kita bahwa dalam keadaan tertentu kita memerlukan tenaga, tapi kita juga memerlukan hikmat untuk berhasil. Mana yang lebih baik?

Doa Bapa Kami

Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, ... sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi.
(Efesus 1:9-10)

Hari ini, kita akan mengupas sedikit tentang Doa Bapa Kami yang Tuhan Yesus ajarkan. Doa ini dimulai dengan, “Bapa Kami.” Kejadian 1:1 melukiskan bahwa Dia bukanlah Allah yang jauh. Ada hubungan kekeluargaan antara kita dan Allah. Dia tahu segala persoalan dan tantangan kita. Dia dengar waktu kita berdoa, apapun keadaannya. Sebab itu yakinlah bahwa Dia pasti jawab doa-doa kita, karena Roh Kudus sendiri yang menjadikan kita ini anak-anak Allah. Sering kali kita kenal Dia sebagai Bapa melalui kesulitan-kesulitan hidup. Ayub, contohnya. Pengalaman yang susah membuat kita mengenal Dia sebagai Bapa di dalam Yesus Kristus, yang selalu ada buat kita.

Semangat yang Baru

Bila aku berpikir: Aku hendak melupakan keluh kesahku, mengubah air mukaku, dan bergembira. (Ayub 9:27)

Ketika baru keluar dari sekolah Alkitab, saya merasa bagaikan seorang prajurit yang siap bertempur di medan perang. Membayangkan bahwa saya akan diterima sebagai kawan sekerja dari para hamba Tuhan yang senior. Namun yang saya alami justru sebaliknya. Penolakan demi penolakan bahkan pengkhianatan saya alami, bukan dari 'musuh' melainkan dari orang-orang yang saya anggap sebagai kawan sekerja. Hampir saja saya meninggalkan pelayanan kalau bukan karena Firman Tuhan yang telah mengingatkan dan menguatkan saya pada waktu itu.

Motivasi Diri

Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran. (Yohanes 4:24)

Setiap orang pasti bisa berdoa. Apalagi setiap agama, apapun aliran kepercayaan yang dianut, mengajarkan pengikutnya sejak kecil untuk berdoa. Tapi dalam kenyataannya, tidak semua orang dapat berdoa dengan benar. Kita bisa berdoa tetapi kepada siapakah doa itu dialamatkan, bagaimana cara kita berdoa dan apakah motivasi doa kita, semua hal ini memengaruhi jawaban doa yang akan kita terima kelak dari Tuhan.

Bukan Seteru Tapi Sahabat

Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya! (Roma 5:10)

Dalam keseharian tentu kita pernah melihat dua orang teman yang bersitegang hingga akhirnya bertengkar. Mulanya hubungan mereka baik bahkan bersahabat tetapi karena suatu masalah kemudian hubungan baik itu menjadi tegang dan malahan putus. Mereka berhenti bicara, komunikasi yang terjalin terasa tak menyenangkan dan ganjil. Lambat laun mereka menjadi seperti orang asing. Mereka menjadi terpisah satu sama lain. Pemisahan seperti ini hanya dapat dipulihkan melalui apa yang disebut sebagai pendamaian. Diperdamaikan berarti persahabatan atau keharmonisan dipulihkan kembali. Ketika dua orang yang bermusuhan menyelesaikan perbedaan mereka dan memulihkan hubungan mereka, pendamaian terwujud.

Bikin Bingung

Sebab itu mereka heran, bahwa kamu tidak turut mencemplungkan diri bersama-sama mereka di dalam kubangan ketidaksenonohan yang sama, dan mereka memfitnah kamu. (1 Petrus 4:4)

Di fitnah bukanlah sesuatu yang aneh bagi orang Kristen mula-mula. Orang-orang di sekitar mereka bingung melihat hidup mereka yang 'aneh' dan 'nyeleneh'.  Aneh karena gaya hidup mereka berbeda. Mereka dianggap antisosial, tak mau bergaul dan kurang pergaulan karena tidak turut mencemplungkan diri bersama-sama di dalam kubangan ketidaksenonohan.

Jadwal Ibadah Minggu

Kebaktian Umum

05.30 WIB Umum I
08.15 WIB Umum II
11.15 WIB Umum III
17.00 WIB Umum IV

Sekolah Minggu
07.30 WIB Sekolah Minggu (besar)
09.00 WIB Sekolah Minggu (kecil)
17.30 WIB Sekolah Minggu (kecil)