Renungan Minggu Ini

Petunjuk Penggunaan Renungan

  1. Berdoalah sebelum mulai membaca Firman Tuhan dan persekutuan pribadi dengan Tuhan supaya Roh Kudus menerangi hati dan pikiran kita.
  2. Bacalah ayat-ayat Firman Tuhan yang disarankan sebelum membaca ulasan Firman Tuhan.
  3. Renungkan bacaan dan ulasan Firman Tuhan yang telah dibaca, kemudian segera refleksikan dalam kehidupan pribadi Saudara.
  4. Mintalah pertolongan Roh Kudus supaya memberi kesanggupan kepada Saudara untuk melakukan Firman Tuhan dan keputusan Saudara hari ini.
  5. Berdoalah dan mengucap syukurlah atas berkat dari Renungan Firman Tuhan yang telah Saudara dapatkan.

 

Allah Setia

Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya. (1 Korintus 10:13b)

Di hari yang baru ini, saya ingin mengajak Anda untuk mengingat kembali akan kebaikan yang pernah Anda terima dari Tuhan. Beberapa kebaikan tentu akan terasa lebih spesial bagi kita. Mungkin itu kelahiran anak yang Anda dambakan, pernikahan dengan pujaan hati Anda, kelulusan sekolah, hadiah spesial di hari ulang tahun Anda beberapa waktu lalu, bonus yang tak pernah Anda bayangkan sebelumnya, kenaikan jabatan atau yang lainnya.

Bila Tuhan Ada

Lalu perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki dan memberi nama Simson kepadanya. Anak itu menjadi besar dan TUHAN memberkati dia. (Hakim-hakim 13:24)

Siapakah yang tidak kenal dengan Simson anak dari Manoah? Sejak lahir Tuhan sudah menetapkan dirinya untuk menjadi  nazir Allah, membaktikan diri untuk pelayanan kepada Tuhan. Simson yang telah menjadi dewasa hidup diberkati Tuhan. Penyertaan Tuhan nampak dalam pekerjaan Roh Tuhan dan kekuatan yang ada padanya. Saat bersama kedua orangtuanya ke kebun anggur di Timna, ia mencabik singa yang mendekatinya bagai mencabik anak kambing tanpa satu alat pun di tangannya.

Mengeluh Atau Bersyukur?

Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku! (Mazmur 42:6)

Semua orang pasti pernah mengeluh. Mengapa? Sebab mengeluh merupakan pelarian termudah ketika hambatan muncul dan ketika kenyataan yang terjadi tidak sesuai harapan. Bahkan bagi beberapa orang mengeluh telah menjadi suatu kebiasaan. Orang yang suka mengeluh biasanya adalah orang yang terlalu fokus pada keinginannya dan atau memiliki kecenderungan membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Bila kita termasuk orang yang suka mengeluh, maka ketahuilah bahwa kebiasaan mengeluh tidak akan membuat situasi menjadi lebih baik. Mengeluh malah akan menguras energi serta menciptakan perasaan negatif masuk dalam diri. Kita perlu menyadari, tidak semua dapat terjadi sesuai dengan harapan kita.

Gaya Hidup Mengucap Syukur

Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. (1 Tesalonika 5:18)

Salah satu praktek kehidupan kristiani yang harus dilakukan adalah mengucap syukur dalam segala hal, baik ketika menerima berkat, mengalami sukacita yang datang atas hidup kita, maupun ketika sedang menghadapi persoalan dan bencana yang menimpa kehidupan kita. Memang tidak mudah untuk mengucap syukur dalam segala hal. Ada beberapa alasan mengapa kita harus mengucap syukur sebagai gaya hidup kita.

Jangan Menjadi Bayi Rohani

Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya. (2 Petrus 3:18)

Firman Allah mencatat dan mengajar kita untuk tidak terus-menerus menjadi “Bayi Rohani”, melainkan harus bertumbuh menjadi “Dewasa Rohani.” Menjadi pertanyaan, mengapa kita tidak boleh menjadi bayi rohani? Mari kita belajar tentang beberapa kebenaran.

Kalahkanlah Kelemahan kita

Sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus. Filipi  1:10

Iblis mengerti di titik mana kita sangat tak berdaya ketika ia menekan hidup kita. Pada situasi Ayub iblis bahkan berani bernegosiasi dengan Allah untuk menghancurkan Ayub melalui sisi lemah Ayub. Iblis tidak bekerja serampangan, ia memiliki target dan strategi yang jitu lagi tepat. Dan seperti itulah cara kerja iblis melemahkan iman orang-orang percaya. Tidaklah heran bila kita dapati saudara-saudara seiman kita mulai tinggalkan Tuhan.

Tak Terlupakan

“Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.” (Yesaya 49:15b)

Suatu kali, dalam sebuah kebaktian, saya mendengarkan sebuah kesaksian yang begitu menggetarkan hati. Song leader kebaktian tersebut menceritakan bahwa beberapa waktu yang lalu salah satu temannya melahirkan seorang bayi lucu. Ibu baru ini pun merasakan kebahagiaan yang begitu dalam. Namun rasa bahagia itu segera berlalu dan berganti dengan kesedihan yang tak kalah mendalam. Pasalnya, bayi mungil itu terpaksa harus ditinggalkannya di rumah bersalin, sampai ia sanggup membayar biaya persalinan. Doa demi doa dinaikkan. Tak sedikit juga usaha yang dilakukan. Tapi ketika uang yang terkumpul tak juga mencukupi, sang ibu pun berkata, “Saya kira, saya tahu bagaimana mendapatkan uang untuk menebus bayi saya. Saya akan pergi ke rumah sakit dan menjual ginjal saya.” Sungguh, sebuah pengorbanan yang luar biasa dari cinta yang besar.

Jadwal Ibadah Minggu

Kebaktian Umum

05.30 WIB Umum I
08.15 WIB Umum II
11.15 WIB Umum III
17.00 WIB Umum IV

Sekolah Minggu
07.30 WIB Sekolah Minggu (besar)
09.00 WIB Sekolah Minggu (kecil)
17.30 WIB Sekolah Minggu (kecil)