Renungan Minggu Ini

Petunjuk Penggunaan Renungan

  1. Berdoalah sebelum mulai membaca Firman Tuhan dan persekutuan pribadi dengan Tuhan supaya Roh Kudus menerangi hati dan pikiran kita.
  2. Bacalah ayat-ayat Firman Tuhan yang disarankan sebelum membaca ulasan Firman Tuhan.
  3. Renungkan bacaan dan ulasan Firman Tuhan yang telah dibaca, kemudian segera refleksikan dalam kehidupan pribadi Saudara.
  4. Mintalah pertolongan Roh Kudus supaya memberi kesanggupan kepada Saudara untuk melakukan Firman Tuhan dan keputusan Saudara hari ini.
  5. Berdoalah dan mengucap syukurlah atas berkat dari Renungan Firman Tuhan yang telah Saudara dapatkan.

 

Kita Butuh Tuhan

Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, ...  (Yesaya 53:6)

Allah menciptakan manusia berbeda dari ciptaan lainnya. Manusia memiliki akal budi yang tak dimiliki oleh ciptaan lain. Sayangnya, justru karena akal budi itulah manusia merasa pintar sehingga terbiasa mencari jalannya sendiri. Akibatnya tersesat. Seorang ibu muda di Pekanbaru yang ditinggalkan suami akhirnya pergi merantau ke Batam untuk bekerja. Karena hanya berbekal ijazah SMP ia tidak diterima di perusahaan manapun yang ia lamar. Meskipun sebenarnya ia kenal Tuhan, tetapi akhirnya ia memutuskan bekerja sebagai PSK di sebuah cafe. Alasannya agar dapat menyambung hidup. Itulah yang ia ceritakan kepada saya sebelum akhirnya ia bertobat dari jalannya yang sesat dan ajaib Tuhan memberikan pekerjaan yang telah lama ia idamkan.

Senang ke Rumah Tuhan

Jadi bagaimana sekarang, saudara-saudara? Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu: .., tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun. (1 Korintus 14:26)

Mengapa Daud begitu rindu tinggal di rumah Tuhan seumur hidupnya dan bahkan bersukacita saat ada yang mengajaknya ke rumah Tuhan? Di zaman raja Daud, ia dan bangsa Israel bukan hanya memberi untuk pembangunan rumah Tuhan, tetapi juga untuk beribadah (1 Tawarikh 29:7).

Memberi Dampak Positif

Bukan karena kami mau memerintahkan apa yang harus kamu percayai, karena kamu berdiri teguh dalam imanmu. Sebaliknya, kami mau turut bekerja untuk sukacitamu. (2 Korintus 1:24)

Inti pelayanan yang sejati adalah untuk membuat orang yang kita layani merasakan sukacita atau kepuasan. Dan kalau kita mengaku diri melayani Tuhan, maka ukuran keberhasilan pelayanan kita adalah apakah Tuhan merasakan sukacita setelah kita melayani-Nya? Demikian juga bila kita terlibat dalam pelayanan kepada jemaat di gereja kita. Ukuran suksesnya pelayanan adalah: sudahkah jemaat merasakan sukacita setelah menikmati pelayanan yang kita berikan? 

Berdoalah

Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. (Matius 6:6)

Berdoa pastinya mengikutsertakan harapan dan keinginan yang kita serukan atau sampaikan kepada Tuhan. Doa yang diucapkan akan lebih teratur dan terkendali dibandingkan dengan doa di dalam hati saja. Matius 6:5 menasihatkan agar  janganlah kita berdoa seperti orang munafik. Jangan berdoa supaya dilihat orang bahwa kita adalah orang yang saleh.

Jadilah Teladan, Jangan Sandungan

Dalam hal apapun kami tidak memberi sebab orang tersandung, supaya pelayanan kami jangan sampai dicela. (2 Korintus  6:3)

Kita pasti pernah mendengar pepatah yang mengatakan, “Guru kencing  berdiri, murid kencing berlari.” Pepatah tersebut mengandung maksud bahwa seorang guru harus menjadi teladan yang baik. Jika guru memberikan teladan yang baik kepada anak didiknya maka secara tidak langsung anak didik akan menirukan apa yang dilakukan oleh gurunya. Begitu juga sebaliknya jika guru itu memberikan contoh yang buruk maka anak didiknya pun akan berbuat buruk juga.

Sekadar Tahu

Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana. (Amsal 19:21)

Saul salah satu raja yang dipilih Tuhan untuk memerintah atas umat Israel karena desakan bangsa ini meminta dipimpin seorang raja. Padahal sebelumnya Tuhan yang langsung memimpin mereka. Tapi urusan menghadap Tuhan dan mempersembahkan korban, Saul tahu itu tugas Samuel sebagai imam. Namun, saat tertekan Saul abaikan ketentuan ini. “Perbuatanmu itu bodoh. Engkau tidak mengikuti perintah TUHAN, Allahmu, yang diperintahkan-Nya kepadamu; sebab sedianya TUHAN akan mengokohkan kerajaanmu...,” kata Samuel mendapati tindakan Saul yang berakibat fatal, sedangkan Saul sudah mengerti aturannya (1 Samuel 13:13).

Sekarang Saatnya Berubah

Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran. (Roma 6:18)

Berubah dalam Kamus Bahasa Indonesia berarti menjadi berbeda atau menjadi lain dari semula. Suatu padanan kata yang jelas, bahwa dalam kata berubah berarti ada hal yang mendorong atau ada sesuatu akibat sehingga tidak lagi sama dari keadaan awalnya.

Jadwal Ibadah Minggu

  Kebaktian Umum
  05.30 Ibadah I
  08.15 Ibadah II
  11.15 Ibadah III
  17.00 Ibadah IV

Sekolah Minggu
08.15 Kelas Besar
09.00 Kelas Kecil
11.30 Kelas Kecil
17.30 Kelas Kecil