Renungan Minggu Ini

Petunjuk Penggunaan Renungan

  1. Berdoalah sebelum mulai membaca Firman Tuhan dan persekutuan pribadi dengan Tuhan supaya Roh Kudus menerangi hati dan pikiran kita.
  2. Bacalah ayat-ayat Firman Tuhan yang disarankan sebelum membaca ulasan Firman Tuhan.
  3. Renungkan bacaan dan ulasan Firman Tuhan yang telah dibaca, kemudian segera refleksikan dalam kehidupan pribadi Saudara.
  4. Mintalah pertolongan Roh Kudus supaya memberi kesanggupan kepada Saudara untuk melakukan Firman Tuhan dan keputusan Saudara hari ini.
  5. Berdoalah dan mengucap syukurlah atas berkat dari Renungan Firman Tuhan yang telah Saudara dapatkan.

 

Roh-Nya Hidupkan Rohku

Tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah. 1 Petrus 3:4

Sebagai karya agung Tuhan manusia diciptakan dengan kesamaan-kesamaan seperti seorang Bapa dan anaknya, yang oleh Alkitab dipakai pembahasaan “menurut gambar dan rupa Allah” (Kejadian 1:26-27). Kesamaan-kesamaan tersebut tidak hanya mencakup kesempurnaan/ keutuhan manusia secara fisik saja, melainkan juga kelengkapan non-fisik. Kitab Bilangan 16:22 dan Ibrani 12:9 memberikan kita fakta bahwa salah satu kelengkapan manusia sebagai makhluk ciptaan-Nya adalah “memiliki roh”. Roh pada manusia merupakan nafas Allah yang dihembuskan-Nya ke hidung manusia itu sehingga ia menjadi makhluk yang hidup (Kejadian 2:7). Roh inilah yang memungkinkan manusia menerima apa yang berasal dari Allah (1 Korintus 2:14). Dr. James R. Graham berkata bahwa “tempat beraktivitasnya Roh Kudus, dan bagian manusia yang menarik Tuhan adalah roh manusia”.

Anggota Keluarga Allah

”Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah.” (Efesus 2:19)

Dua belas tahun yang lalu kami, suami istri pernah menjadi bapak dan ibu asrama di sebuah asrama Kristen. Anak-anak yang kami bina berasal dari berbagai latar belakang dan suku yang berbeda-beda pula. Tahun-tahun pertama kami di asrama, kami sering merasa kesulitan untuk mengatasi konflik-konflik yang terjadi. Hampir setiap hari tanpa merasa bosan, pagi dan malam kami selalu mengingatkan dan mengajarkan kepada mereka bahwa sekalipun mereka berbeda, namun mereka semua merupakan satu keluarga di dalam Tuhan. Hingga akhirnya, mereka dapat hidup rukun satu dengan lainnya. Bahkan yang membuat kami terharu, mereka bukan saja dapat hidup rukun dalam perbedaan melainkan juga dapat saling membantu satu dengan lainnya.

Waktu-Nya Allah

Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba." Yohanes 2:4.

Kerap orang bertanya: apakah benar Allah memiliki waktu-Nya sendiri dalam bekerja?  Sesuatu yang selama ini tidak pernah dapat diketahui manusia? Ataukah sebaliknya manusialah yang telah gagal untuk dapat mengerti waktu-Nya Allah?

BELAJAR DALAM MENUNGGU

“Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.” Pengkhotbah 3:11

Menunggu adalah pekerjaan yang paling membosankan, apalagi bila kita didesak oleh hal lain yang menuntut kita untuk segera melakukan hal berikutnya. Menunggu bisa menjadi hal yang menjengkelkan! Semua orang tidak menyukai pekerjaan menunggu ini. Mengapa? Menunggu menunjukkan bahwa kita tidak memiliki kendali penuh atas diri kita sendiri atau atas situasi yang sedang kita hadapi.

Dipercaya oleh Allah

“… Baik sekali perbuatanmu itu,… engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar… (Matius 25:23)

Setiap manusia terlahir mengemban sebuah tanggung jawab. Sejak Allah menciptakan manusia pertama, hal ini sangat kelihatan. Setelah membentuk manusia pertama yaitu Adam dan Hawa, Allah meletakkan mereka di taman Eden dengan satu tugas. Mereka yang akan mengusahakan dan memelihara taman itu (Kejadian 2:15). Mengusahakan dan memelihara merupakan bukti adanya sebuah kepercayaan dari Allah, di mana mereka harus bertanggung jawab melaksanakan tugas tersebut. Tentu saja yang mereka kerjakan itulah wujud dari pertanggung jawaban.

Mengisi Kemerdekaan

Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih. (Galatia 5:13)

Meraih kemerdekaan memang bukan perkara mudah. Sebagai contoh, kemerdekaan bangsa Indonesia harus dibayar dengan tumpahan darah para pejuang kemerdekaan. Namun adalah lebih sulit untuk mempertahankan kemerdekaan serta mengisinya.

Secara Pribadi

Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat. (Lukas 15:10)

Selama pelayanan-Nya yang singkat di dunia ini, yakni sekitar tiga setengah tahun, Yesus menggunakan banyak waktu untuk mengajar serta menyembuhkan orang sakit. Meskipun Yesus berkhotbah kepada orang banyak dan dikelilingi oleh orang banyak, namun Dia juga menyempatkan diri untuk melayani pria, wanita maupun anak-anak secara pribadi.

Jadwal Ibadah Minggu

Kebaktian Umum

05.30 WIB Umum I
08.15 WIB Umum II
11.15 WIB Umum III
17.00 WIB Umum IV

Sekolah Minggu
07.30 WIB Sekolah Minggu (besar)
09.00 WIB Sekolah Minggu (kecil)
17.30 WIB Sekolah Minggu (kecil)