Dana Darurat Keluarga

Gado Gado - Artikel Emaus

Keadaan perekonomian sekarang ini yang bergerak begitu cepat dan satuan terkecil dari masyarakat adalah sebuah keluarga. Dengan asumsi terdiri dari ayah, ibu dan 2 orang anak. Dalam satuan terbesar adalah sebuah Negara maka perekonomian akan disusun dengan berbagai macam anggaran belanja, baik daerah maupun pusat. Dan akan terdiri dari berbagai macam pos-pos dana yang disusun dalam masing-masing departemen.

Sangatlah penting dalam sebuah organisasi apalagi sebuah Negara untuk dapat menyusun perencanaan kerja dan penempatan dana untuk masing-masing proyek. Dengan mencantumkan berbagai perkiraan yang dianggap penting dan sangat esensial. Semua demi kepentingan kelangsungan kehidupan sebuah negara ataupun sebuah keluarga.

Dalam sebuah keluarga banyak jenis kebutuhan keuangan setiap bulannya. Mulai dari yang paling utama tentang biaya hidup sehari-hari, biaya pendidikan dan biaya utiliti dasar seperti listrik, air dan lainnya. Semua jenis biaya tersebut terjadi berulang terus setiap bulannya. Untuk itu sangat penting buat kita menyusunnya dan merencanakan besarnya budget untuk masing-masing pengeluaran tersebut.

Namun ada pula pengeluaran yang sangat mendasar dalam sebuah keluarga, tapi sering tidak diperhitungkan atau terabaikan. Contohnya adalah kesehatan bagi seluruh anggota keluarga. Hal penting yang satu ini belum menjadi masalah utama bila semua keadaan dalam posisi stabil dan baik-baik saja. Tetapi seiring waktu, kita semua akan sampai pada point tersebut.

Sebuah negara mencantumkan cukup besar dana yang dialokasikan untuk masalah tunjangan kesehatan bagi rakyatnya. Pemerintah mempunyai serangkaian program kesehatan masyarakat untuk diupayakan agar dana yang tersedia dapat tercukupkan untuk setiap klaim kesehatan yang diajukan oleh masyarakat. Dan setiap orang dapat memperoleh keadilan dan pertolongan yang sama.

Sebagaimana pentingnya alokasi dana kesehatan dalam sebuah negara begitu juga dalam sebuah keluarga. Hal inilah yang merupakan salah satu point dasar yang membuat kita harus cermat dalam hal menyusun anggaran keluarga, karena sektor kesehatan keluarga sangat penting dan harus menjadi kebutuhan utama. Salah satu alasan menyusun dana darurat keluarga adalah untuk mengantisipasi masalah kesehatan keluarga.

Pada saat salah satu anggota keluarga yang jatuh sakit, dan memerlukan biaya pengobatan. Maka hampir seringkali terjadi perekonomian sebuah keluarga menjadi tergoncang. Banyak perencanaan yang telah disusun sebelumnya menjadi kacau karena faktor kesehatan memerlukan dana yang lebih besar dari seharusnya.

Menjadikan faktor kesehatan sebagai kebutuhan dana utama dan darurat adalah tepat, seperti pepatah “sedia payung sebelum hujan”. Karena apabila kita telah dikondisikan pada waktunya akan sangat terlambat bagi kita untuk mengatur keuangan keluarga saat itu. Sangatlah bijaksana bila kita mengutamakan masalah dana penunjang kesehatan keluarga menjadi point utama dalam penyusunan dana darurat keluarga.

Faktor lain mengapa perlunya kita memiliki dana darurat keluarga adalah sebagai penopang pertama pada saat terjadinya PHK bagi kepala keluarga atau pencari nafkah. Atau hilangnya dapur usaha keluarga yang selama ini menunjang jalannya keuangan bagi seluruh kebutuhan anggota keluarga. Faktor ini kemungkinan besar tidak terjadi tiba-tiba tanpa kita ketahui, lain kondisi dengan kesehatan. Tapi adalah baik bagi kita bila kita dapat menyusun pos anggaran untuk hal ini.

Sebenarnya hilangnya income keluarga ini dapat dikategorikan menjadi 2 kategori waktu:

  1. Terbatas: Hilangnya pendapatan keluarga dikarenakan terjadinya musibah, yang menyebabkan terhentinya pemasukan pendapatan keluarga untuk kurun waktu sementara. Misalnya contoh bila terjadi musibah alam atau bencana lainnya dilokasi usaha/kerja.
  2. Tidak Terbatas: Hilangnya pendapatan keluarga yang tidak dapat ditentukan kapan dapat kembali normal kembali. Misalnya contoh bila terjadi PHK bagi karyawan atau terjadi penipuan usaha.

Langkah-langkah dalam menyusun dana darurat:

  1. Menyusun semua jenis kebutuhan dana rutin seluruh anggota keluarga.
  2. Membuat pos prioritas primer, sekunder dan tertier.
  3. Menyusun kembali semua jenis kebutuhan dana rutin kedalam pos-pos prioritas

Setelah semua jenis kebutuhan tersebut berada dalam pos prioritas yang tepat, dibuatlah sebuah perkiraan besarnya dana darurat yang dibutuhkan. Hal ini ditentukan dari pengamatan yang terjadi setiap bulannya. Kemudian dilakukan penyesuaian dengan pendapatan yang didapat setiap bulannya.

Setelah selesai dalam menyusun semua list dan lengkap dengan besarnya nilai nominal yang disesuaikan dengan besarnya pendapatan rutin yang diperoleh setiap bulannya. Faktor pengali yang dapat ditentukan sebagai dana darurat keluarga ada berlaku kelipatan seperti 3x atau 6x bulan. Bila ketentuan yang dianjurkan adalah 12x bulan, namun setidaknya kita harus mampu untuk memiliki dana darurat keluarga sebanyak 3x bulan faktor pengali.

Memang ditengah pergolakan ekonomi saat ini bukanlah hal yang mudah untuk kita dapat menyusun dan memiliki dana darurat keluarga. Jangankan untuk menyusun sebanyak 3x bulan, untuk dapat menyusun 1x bulan untuk backup saja sudah cukup baik.

Yang selalu menjadi alasan bagi kita adalah ekonomi sekarang tidak stabil, harga-harga barang yang terus naik, adanya inflasi yang tinggi tiap tahunnya, tidak memiliki pendapatan tambahan, dan berbagai alasan lainnya.

Banyak orang mengakui, bahwa uang bukanlah segalanya, tapi segala sesuatu memerlukan uang untuk kita dapat mengaturnya. Dan dalam Firman Tuhan pun dikatakan bahwa akar dari segala kejahatan adalah uang. Maka kita perlu dapat sungguh menjadi bijak agar kita dapat menggunakan dengan baik setiap pendapatan yang kita peroleh setiap bulannya.

Banyak kemungkinan dari apa yang menjadi pendapatan kita sudah sangat pas-pasan dengan banyaknya keperluan kita sehari-hari. Sehingga kita tidak dapat menyusun sebuah rencana dana darurat keluarga yang kita sudah tahu sangat penting. Lalu apa jalan keluar bagi kita?

Asuransi atau tabungan hari tua adalah menjadi pilihan yang tepat bagi orang-orang yang merasa bahwa, mereka tidak memiliki dana lebih untuk disimpan sebagai dana darurat keluarga. Tapi haruslah dapat disisihkan dana sekecil apapun dalam sebuah program asuransi baik swasta maupun pemerintah untuk membantu dalam hal tunjangan kesehatan. Sangat berguna juga untuk bernegosiasi dengan tempat di mana kita bekerja untuk kita mendapatkan dana tunjangan hari tua. Ini juga terdapat program swasta maupun pemerintah.

Dengan begitu diharapkan sekecil apapun dana yang menjadi pendapatan kita selama kita masih memiliki masa produktif dalam berpenghasilan bagi keluarga. Layaknya kita bijaksana dalam menggunakannya dan menempatkannya.

Tuhan adalah perancang hidup kita yang sejati dan tidak ada rancanganNya yang gagal ataupun celaka. Semuanya adalah rancangan yang bertujuan membuat kita menjadi lebih baik. Dan kita sebagai mahluk ciptaan Tuhan yang diberikan akal budi, kita pun harus dapat hidup mempunyai rencana yang baik untuk masa depan keluarga, untuk membuat hidup ini bernilai yaitu dengan dapat mengupayakan yang terbaik.

Seperti Tuhan yang memerintahkan kepada Adam untuk memberi nama pada masing-masing mahluk yang diciptakanNya, lalu beranak-cuculah dan kuasailah bumi. Maka kita harus dapat menentukan prioritas hidup, menyusun skala kebutuhan dan mampu menguasai diri yang semuanya akan membuahkan sebuah rencana hidup yang baik. Tuhan memberkati. (deEMAUS)

Jadwal Ibadah Minggu

Kebaktian Umum

05.30 WIB Umum I
08.15 WIB Umum II
11.15 WIB Umum III
17.00 WIB Umum IV

Sekolah Minggu
07.30 WIB Sekolah Minggu (besar)
09.00 WIB Sekolah Minggu (kecil)
17.30 WIB Sekolah Minggu (kecil)