Kerja Buat Tuhan Selalu Manise!

ARTIKEL PELGAP Emaus

Banyak orang suka memasang statusnya di BBM, Whatsapp dan berbagai media sosial lainnya. Teman baik saya menulis status yang begitu sederhana, tapi jika direnungkan sungguh sangat indah. Ia membuat status: "Kerja buat Tuhan selalu manise!" Teman saya ini memang biasa melayani pekerjaan Tuhan. Meskipun ia bukan seorang Hamba Tuhan, tetapi ia dengan sungguh-sungguh melayani dan melakukan tugas yang diberikan kepadanya dengan setia, tanpa pamrih.

Saat kita mulai mengenal Tuhan, dan mengalami cinta Tuhan yang luar biasa dalam hidup kita, maka kita mulai mengerti bahwa kita dahulu tidak mengenal Allah dan seorang berdosa. Tetapi Yesus telah rela memberikan nyawa-Nya untuk kita, sehingga kita yang menerima Dia, diangkat menjadi anak-Nya.

Menjadi anak adalah sebuah kedudukan penting dalam keluarga. Karena dengan menjadi anak, kita beroleh hak istimewa dari ayah dan ibu kita. Kebutuhan seorang anak juga dipentingkan oleh orang tua, kesejahteraannya diperhatikan dan diutamakan. Setelah anak itu dewasa, maka dia juga akan memiliki hak yang sama dengan yang dimiliki oleh orang tuanya.

Oleh karena itu tidak main-main Emauser! Dari orang yang berdosa, kita telah diangkat menjadi anak-Nya. Dari keadaan yang tidak layak, kita boleh mendapatkan pengampunan dan kasih sayang dari Tuhan. Dan dalam hidup yang baru, kita pun beroleh hak untuk hidup bersama Tuhan dalam kekekalan.

Kita juga mulai mengetahui, bahwa setelah menjadi seorang yang diselamatkan, kita tidak hanya duduk diam untuk mendengar Firman Tuhan setiap hari minggu. Kita bagaikan sebuah gelas yang terus diisi penuh dengan air, tapi jika kita tidak pernah membagikannya kepada mereka yang berdahaga, maka lama kelamaan air di dalam gelas tersebut akan rusak dan berlumut.

Namun sebuah anugerah dari Tuhan, bila kita mulai bertambah maju. Bagaikan dari seorang anak didik, yang kemudian diangkat menjadi asisten didik. Kita mengalami kenaikan kelas. Jiwa kita yang haus selalu diisi oleh Firman Tuhan, dan kita mulai membagikan air tersebut kepada orang lain yang berhaus juga. Maka air yang kita miliki tersebut akan berguna buat mereka yang ada di sekelilingnya, dan gelas kehidupan kita akan terus diisi dengan air yang baru.

Nah, bila bicara tentang berbagi, artinya kita menjadi seorang pemberi dan pelayan. Telapak tangan kita tidak lagi menghadap ke atas, tapi mulai menghadap ke bawah. Artinya kita tidak hanya menjadi seorang peminta saja, tetapi kita mulai menjadi penyalur berkat Tuhan bagi orang lain. Apalah artinya bila berkat yang kita terima dari Tuhan hanya untuk kita nikmati sendiri? Dengan berbagi, maka kita akan menjadi seorang yang suka memberi, mengikuti contoh seperti Yesus.

Berbicara soal memberi, hal itu dapat meliputi banyak hal. Pemberian itu dapat berbentuk materi atau uang, bantuan kepada orang lain, ataupun partisipasi dalam mendukung dana untuk berbagai kegiatan gereja dimana kita "menikmati makanan rohani" dalam gereja lokal. Memberi juga dapat dilakukan dalam bentuk sumbangsih keahlian, atau partisipasi berupa pengorbanan waktu dsb. Ada sebuah lagu lama yang ber-kata, “Ada banyak kerja buat Tuhan Yesus….ada banyak kerja kalau mau!" Memang, ada begitu banyak bentuk pelayanan yang dapat kita berikan pada Tuhan. Dengan apa yang kita miliki, baik dalam bentuk harta maupun tenaga, dengan keahlian dan kemampuan kita. Kita juga dapat memberikan waktu kita untuk sharing, mendengarkan masalah dari orang lain dan membantu memecahkan masalah mereka.

Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan saat kita memutuskan untuk mulai terlibat melayani pekerjaan Tuhan yaitu:

  • Kita melayani untuk Tuhan, bukan untuk manusia.
  • Kita tidak mencari keuntungan, tapi kita ingin memberi apa yang kita punya untuk dinikmati bersama.
  • Tuhan yang telah lebih dulu memilih kita, dan memberikan kita kesempatan untuk melayani, bukan karena keinginan kita saja.
  • Berkomitmen pada sebuah pelayanan dengan setia, apapun keadaannya, siapapun rekan satu tim, bagaimanapun sulitnya untuk dilakukan.
  • Jangan membuat dirimu jatuh bangun dan tidak berakar, karena mengambil semua pelayanan yang dianggap mampu.

Jangan pernah merasa terikat dengan pelayanan, yang seolah-olah menjadi jerat buat kita. Karena hal itu akhirnya akan menjadi beban buat kita, dan apa yang kita kerjakan menjadi tidak maksimal. Kita tidak akan merasa sukacita untuk melakukannya. Pelayanan akan menjadi terasa sangat berat dan sulit untuk diselesaikan. Kita dapat merasa seperti terjebak, berada dalam satu tim dengan orang yang tidak senang kepada kita, atau yang kita sendiri tidak suka. Bagaimanapun juga keadaannya, kita perlu bekerja sama untuk melakukan pekerjaan Tuhan, tanpa memandang perbedaan yang ada di antara kita.

Apa yang menjadi ganjalan dengan orang lain, tidak boleh menjadi penyebab yang membuat kita tidak dapat bekerja sama atau saling “menjatuhkan” terhadap rekan sepelayanan. Kita tidak boleh merasa bahwa apa yang kita lakukan lebih penting dari orang lain. Kita adalah satu tubuh yang terdiri dari berbagai anggota, yang harus bekerja sama dengan baik. Tidak ada tubuh yang terdiri dari satu anggota dan satu fungsi saja. Jika demikian, maka dapat dikatakan bahwa tubuh itu mengalami kecacatan.

Sebagai satu tubuh, kita perlu membina kerja sama yang manis, bersatu merasakan pahit dan manis bersama. Kita harus merasa memiliki satu sama lain. Apa yang kita lakukan dengan bantuan yang lain, akan menjadikan pelayanan terasa ringan untuk dilakukan. Sikap saling menghargai, akan membuat apapun yang dikerjakan oleh orang lain terasa istimewa bagi yang lainnya.

Dalam kesibukan sehari-hari, kita juga mempunyai kewajiban lainnya yang harus diselesaikan, membuat kita merasa seakan-akan kekurangan waktu. Bila dalam pekerjaan di dunia sekuler, kita merasa masih berhutang jika ada tugas pekerjaan yang belum terselesaikan, begitupun juga jika dalam pelayanan, kita merasa bertanggung jawab untuk hal yang belum diselesaikan.

Emauser, jangan cepat menyerah jika dalam bekerja melayani Tuhan, ada orang lain yang tidak sepaham dengan kita. Karena dunia memang penuh dengan berbagai macam karakter orang, dan itu menjadikan kita unik sebagai ciptaan Tuhan. Bersemangatlah selalu Emauser, dengan senyuman dan wajah yang ceria, kita lakukan tugas pelayanan kita masing-masing. Bersiaplah untuk merasakan adanya kekecewaan, tetapi yang juga siap untuk “dibebat.” Kita harus tetap gigih dan ulet untuk terus melakukan apa yang ditugaskan kepada kita, karena Tuhan yang akan menambahkan kemampuan kepada kita untuk melakukan pekerjaan sesuai dengan rencana-Nya.

Melayani bukan hanya untuk membalas kebaikan yang sudah kita nikmati dari Tuhan, tapi dengan melayani Tuhan dan sesama, kita akan dapat berbagi berkat. Dalam melayani Tuhan, dengan apapun kekurangan kita, akan menyadarkan kita bahwa Tuhan yang melayakkan kita untuk melayani Dia.

Gembala kita pernah mencanangkan program bernama “Proyek Makan Bersama.” Ini adalah sebuah kerinduan yang indah, bila sebagai pelayan Tuhan kita dapat saling bertemu, dan menikmati kebersamaan untuk melayani pekerjaan Tuhan. Membangun bersama sebagai satu tubuh dan menyejahterakan seluruh anggota “keluarga Allah.”

Kita dapat menyalurkan kasih sayang kepada anak-anak kita untuk mendorong mereka mengenal Tuhan lebih baik. Kita membagi pengalaman dalam “menggemukkan” pohon keluarga rohani kita, dari generasi yang senior kepada yang junior. Alangkah baiknya, bila kita dapat bekerja sama antar wadah dan generasi untuk memberikan yang terbaik bagi masa depan anak cucu rohani kita. Kita saling mendukung, menghargai, mengasihi dan menghormati satu dengan yang lainnya. Emauser, hidup ini akan terasa hampa jika setelah kita berada di puncak kesuksesan, kita memiliki banyak waktu luang yang terbuang percuma untuk bermain catur. Hidup ini akan terasa sangat berat, jika pada masa tua kita akhirnya tidak mencapai kedudukan yang kita impikan, misalnya dengan hanya membuka warung dan bercocok tanam di sepetak halaman rumah saja.

Jadikanlah hidup kita lebih berarti dan berwarna, penuh dengan sukacita yang tiada habisnya. Dengan mengambil bagian untuk melayani Tuhan, yang jika dilakukan dengan ketulusan hati, maka tidak akan membuat kita merasa cepat pensiun. Selalu ada hal-hal baru yang Tuhan tuntun untuk kita lakukan dalam sisa hidup kita.
Selamat melayani! Tuhan memberkati Emauser semuanya. (de EMAUS)

Jadwal Ibadah Minggu

Kebaktian Umum

05.30 WIB Umum I
08.15 WIB Umum II
11.15 WIB Umum III
17.00 WIB Umum IV

Sekolah Minggu
07.30 WIB Sekolah Minggu (besar)
09.00 WIB Sekolah Minggu (kecil)
17.30 WIB Sekolah Minggu (kecil)