Ditolak Namun Tetap Menyembah

Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel." Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku." (Matius 15:24-25)

Melalui renungan beberapa waktu lalu kita melihat karakter dari wanita yang tidak pernah menyerah, walaupun  Tuhan tidak segera memberi jawaban atau suatu respons saat ia memohon kesembuhan anaknya. Murid-murid bahkan berusaha mengusirnya, tapi perempuan ini tetap berharap penuh kepada Yesus dan terus berada di tempat itu.

Kali ini Yesus membuka suara namun bukan memberi suatu pernyataan yang diharapkan, karena ucapan Yesus seolah-olah bernada penolakan. Yesus mengatakan bahwa Dia diutus tidak untuk orang-orang di luar Israel. Suatu penantian dan pengharapan yang mengecewakan. Namun perempuan ini memperlihatkan sikap yang mengagumkan. Dia tidak putus asa, sebaliknya malah semakin mendekat dan menyembah Yesus.

Sikap wanita ini yang menyembah dengan penuh ketulusan dan kemurnian hati karena ia sadar penyembahan dapat menarik perhatian Yesus. Lantas, bagaimanakah dengan penyembahan yang kita lakukan hari-hari ini? Apakah kita selalu meluangkan waktu untuk bertelut dan menyembah Dia dengan penuh ketulusan sebab berkat-berkat yang telah kita terima, ataukah menyembah Dia karena ada persoalan hidup? Seharusnya dalam segala waktu dan keadaan, kita harus meluangkan waktu memberikan penyembahan yang terbaik kepada Yesus, Sang Pemberi Hidup ini.

Penyembahan akan membuat hati Tuhan tertarik kepada kita dan Dia akan memberikan perhatian kepada kita. Waktu Paulus dan Silas dalam penjara, mereka melakukan penyembahan kepada Tuhan walaupun sedang dalam belenggu. Penyembahan mereka menarik hati Tuhan untuk memperhatikan dan memberi pertolongan (Kisah Rasul 16:25-27). Marilah kita memberikan penyembahan yang tulus dan benar kepada Tuhan Yesus, meski kita sedang menghadapi berbagai ujian dalam hidup ini. Kalaupun mungkin saat ini Tuhan seolah-olah tidak merespons doa-doa kita, tetaplah menyembah Dia, sebab penyembahan kita akan menyentuh dan menarik hati Tuhan untuk memberi perhatian dan menjawab permohonan kita. (aa)

DOA: “Dalam keadaan apa pun, aku akan tetap menyembah-Mu. Sesungguhnya Engkau, Tuhan yang peduli dan memperhatikan ketulusan umat-Mu menyembah dan memohon pada-Mu. Amin.”

Jadwal Ibadah Minggu

  Kebaktian Umum
  05.30 Ibadah I
  08.15 Ibadah II
  11.15 Ibadah III
  17.00 Ibadah IV

Sekolah Minggu
08.15 Kelas Besar
09.00 Kelas Kecil
11.30 Kelas Kecil
17.30 Kelas Kecil