Berdamai Sebelum Beri Persembahan

Tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. (Matius 5:24)

Dalam Matius 5:23-26, Yesus mengajarkan bagaimana ketika kita memberi persembahan kepada Tuhan. Di sana kita temukan sebuah nilai kebenaran yang sejati tentang memberi persembahan dan perdamaian yang harus mengawalinya. Hal ini harus dilakukan oleh mereka yang menyebut dirinya beribadah kepada Tuhan, juga pada zaman sekarang ini.

Ada sesama anggota jemaat yang memiliki masalah di antara mereka, termasuk suami dengan istri, orang tua dengan anak-anak, namun mereka bersama-sama duduk dalam gereja untuk memuji Tuhan, berdoa dan memberi persembahan kepada Tuhan. Mereka seperti mengabaikan masalah dalam relasi mereka satu sama lain. Hal ini bukanlah sesuatu yang aneh.

Tuhan Yesus mengajarkan sebuah kebenaran. Sebelum kita mempersembahkan korban kepada Tuhan, apakah berupa puji-pujian atau persembahan persepuluhan dan sebagainya, kita harus berdamai dulu dengan orang yang dengan siapa kita bermasalah. Hal ini harus dilakukan dulu, supaya doa kita didengar Tuhan dan persembahan kita berkenan kepada Tuhan. Di sini, Tuhan mengajarkan kepada kita untuk tidak munafik.

Kalau kita menyelidiki perikop tersebut dengan lebih teliti, kita menemukan bahwa dalam kasus tersebut, masalah yang terjadi adalah masalah hutang piutang antara satu dengan lainnya. Kemungkinan besar, orang yang berhutang tidak dapat mengembalikan hutangnya kepada yang menghutangi (ayat 26).

Banyak anak Tuhan dalam gereja, ketika memiliki masalah serupa, lebih suka untuk pergi ke pengadilan guna memecahkan masalah hutang piutang mereka, daripada berdamai satu dengan lainnya. Pengertian berdamai di sini bukanlah menghapuskan hutang piutang, melainkan menyelesaikan dengan persetujuan bersama sesuai prinsip hidup kekristenan, seperti yang dikehendaki oleh Tuhan. Bersama Tuhan pasti ada jalan keluar! Ayo, sebelum mempersembahkan sesuatu pada Tuhan, berdamailah dahulu dan percayalah Tuhan akan memberi penyelesaian terbaik. Hiduplah dalam damai seorang dengan yang lain. (phm)

DOA: “Kuatkan hatiku, Tuhan, untuk berdamai dahulu dengan mereka yang bermasalah denganku, sebelum aku memberi persembahan kepada-Mu. Amin.”

Jadwal Ibadah Minggu

Kebaktian Umum

05.30 WIB Umum I
08.15 WIB Umum II
11.15 WIB Umum III
17.00 WIB Umum IV

Sekolah Minggu
07.30 WIB Sekolah Minggu (besar)
09.00 WIB Sekolah Minggu (kecil)
17.30 WIB Sekolah Minggu (kecil)