Tertekan Namun Tetap Berharap

Jiwaku selalu teringat akan hal itu dan tertekan dalam diriku. Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap: Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi. (Ratapan 3:20-23a)

Jika dalam perjalanan hidup kita semuanya berjalan dengan baik, tanpa halangan berarti, kita akan begitu gampang berkata: "Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya". Namun mampukah kita berkata demikian saat kesesakan dan penderitaan datang kepada kita?

Nabi Yeremia sangat tertekan dengan keadaan dan melihat lima kenyataan yang ada. Yerusalem runtuh dan sangat sunyi sekali (pasal 1), murka Allah kepada Sion (pasal 2), bangsa tercerai berai serta dibuang ke Babel, rakyat menderita sengsara dan bangsa pilihan Allah telah menjadi bahan ejekan bangsa-bangsa lain. Tetapi dalam kondisi yang tertekan, Yeremia tetap berharap kepada Tuhan dengan iman yang terarah kepada kasih setia-Nya yang besar. Sang Nabi tetap percaya kepada kasih dan rahmat Allah yang tidak pernah habis dalam kehidupannya bahkan selalu baru setiap pagi. Ia tetap percaya pada kuasa Tuhan yang dahsyat, walaupun dalam keadaan tertekan.

Mungkin saat ini Anda sedang dalam tekanan yang berat karena perjuangan hidup yang berat, atau persoalan pekerjaan, masalah rumah tangga dan seolah-olah tidak ada harapan lagi buat Anda. Mari kita belajar dari Yeremia yang tetap berharap kepada kasih setia Tuhan yang luar biasa. Kasih setia Tuhan tidak pernah habis-habisnya bagi orang yang selalu berharap kepada-Nya. Hal itu juga yang akan kita alami di sepanjang hari-hari yang akan dilewati
bila kita memandang dengan iman dan berharap kepada Tuhan. 

Tanamkan dalam hidup kita bahwa dalam segala keadaan yang kita hadapi setiap hari, ketika Tuhan masih memberi kita nafas hidup maka kasih-Nya pun akan selalu nyata. Sebab itu firman Tuhan menekankan bahwa kasih setia Tuhan selalu baru bagi kita. Artinya kasih setia Tuhan tidak akan pernah habis bagi kita yang berharap kepada-Nya dan akan terus dilimpahkan, sehingga kita menikmati hari-hari yang penuh dengan sukacita dan damai sejahtera di dalam naungan-Nya. Dalam menghadapi setiap tekanan hidup, belajarlah untuk tidak larut, tetapi berbuat seperti nabi Yeremia, mengarahkan iman kepada kasih setia Tuhan yang tak ada habisnya. (aa)

DOA: “Aku akan mengingat kasih setia-Mu, Tuhan, sebab aku tahu dalam menghadapi setiap tekanan Engkau ada bersamaku, saat ku memandang-Mu tanpa ragu. Amin.”

Jadwal Ibadah Minggu

Kebaktian Umum

05.30 WIB Umum I
08.15 WIB Umum II
11.15 WIB Umum III
17.00 WIB Umum IV

Sekolah Minggu
07.30 WIB Sekolah Minggu (besar)
09.00 WIB Sekolah Minggu (kecil)
17.30 WIB Sekolah Minggu (kecil)