Muliakan Tuhan dengan Terangmu

Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga. (Matius 5:16)

Dua orang tawanan baru dimasukkan ke dalam kamp tahanan Perang Dunia II di Chungkai, Birma. Kamp yang penuh lalat dan kepinding itu juga diisi dengan orang-orang yang saling “memakan” demi melawan bau kematian yang mengintai di setiap sudut kamp. Mereka mencuri makanan orang-orang yang sekarat, berkelahi untuk mendapatkan sisa-sisa makanan dan hukum rimba telah menjadi peraturan tak tertulis di dalam kamp.

Tetapi kedua tawanan baru itu membawa “terang”. Meskipun sakit dan lemah, mereka membagi makanan mereka yang tak seberapa dan rela melakukan pekerjaan tambahan. Kedua malaikat itu membersihkan luka-luka para tawanan di sekitarnya, mengurut kaki-kaki mereka dan memandikannya. Perlahan, para tawanan itu merasa mendapatkan harga diri mereka kembali. Dan kebaikan hati keduanya ternyata menular ke seluruh kamp. Para prajurit yang biasa mengawasi mereka dengan sadis, kini ikut terbawa arus kebaikan. Kebaktian dan pendalaman Alkitab pun mulai berdenyut di dalam kamp.

Dua puluh tahun berlalu, salah seorang tawanan yang telah dibebaskan menulis, “Maut masih berada bersama kami, tetapi perlahan kami dibebaskan dari cengkeraman egoisme, kebencian dan kesombongan yang merupakan sifat-sifat anti-kehidupan. Kasih, pengorbanan diri dan iman yang merupakan hakikat kehidupan, menggantikannya. Maut tak lagi jadi penentu terakhir.”

Di era kemerdekaan ini, mari renungkan apakah kita sudah menjadi terang yang sesungguhnya dengan menunjukkan kebaikan hati kita pada sesama atau siapa pun yang kita temui di sekitar kita? Saya sangat bersyukur dan ikut bangga bila Anda telah menjadi berkat bagi banyak orang di sekitar Anda. Tetapi marilah kita melakukan firman Tuhan hari ini secara utuh. Matius 5:16 mengatakan bahwa kebaikan kita harus dapat dilihat serta dirasakan orang lain, dan setelah itu, hasil akhirnya adalah bahwa mereka yang telah melihat dan merasakan kebaikan kita, memuliakan Bapa kita di sorga. Ya, memuliakan Allah Bapa, bukan memuliakan diri kita. Berhati-hatilah pada godaan untuk disanjung tinggi karena kebaikan yang telah kita lakukan. Iblis sangat pandai menjerat kita dengan kesombongan. Semoga kita terhindar darinya. (em)

DOA: “Bapa, bila aku melakukan apa yang baik, itu semua hanya karena-Mu. Biarlah terang yang terpancar dari diri ini memuliakan-Mu saja, dan hindarkanlah aku dari godaan kesombongan. Amin.”

Jadwal Ibadah Minggu

Kebaktian Umum

05.30 WIB Umum I
08.15 WIB Umum II
11.15 WIB Umum III
17.00 WIB Umum IV

Sekolah Minggu
07.30 WIB Sekolah Minggu (besar)
09.00 WIB Sekolah Minggu (kecil)
17.30 WIB Sekolah Minggu (kecil)