Renungan Minggu Ini

Petunjuk Penggunaan Renungan

  1. Berdoalah sebelum mulai membaca Firman Tuhan dan persekutuan pribadi dengan Tuhan supaya Roh Kudus menerangi hati dan pikiran kita.
  2. Bacalah ayat-ayat Firman Tuhan yang disarankan sebelum membaca ulasan Firman Tuhan.
  3. Renungkan bacaan dan ulasan Firman Tuhan yang telah dibaca, kemudian segera refleksikan dalam kehidupan pribadi Saudara.
  4. Mintalah pertolongan Roh Kudus supaya memberi kesanggupan kepada Saudara untuk melakukan Firman Tuhan dan keputusan Saudara hari ini.
  5. Berdoalah dan mengucap syukurlah atas berkat dari Renungan Firman Tuhan yang telah Saudara dapatkan.

 

Buatan Allah

Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya. (Efesus 2:10)

Seorang rekan fanatik sekali dengan brand tertentu setiap kali hendak membeli gadget baru. Baginya brand tersebut berkaitan erat dengan kualitas dan fitur prima, meski harganya tidak murah. Tidak dapat dipungkiri, brand-brand tertentu memiliki image positif di mata konsumen. Produk-produk keluaran brand tersebut laku di pasaran, bahkan orang tetap memburu barang second-nya. Singkatnya, kualitas berhubungan erat dengan pembuatnya. 

Utamakan Selamat

Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. (Yohanes 10:9)

Ketika sedang berkendara di jalan raya, kadang-kadang kita menemukan kendaraan atau tempat umum yang pada salah satu bagiannya terdapat tulisan atau slogan "Utamakan Selamat". Slogan ini bahkan pernah dipakai untuk iklan salah satu produk biskuit beberapa tahun yang lampau. Tentu tujuan dari slogan ini adalah supaya kita berkendara dengan hati-hati sehingga selamat dan terhindar dari berbagai bentuk malapetaka atau kecelakaan.

Mengandalkan Tuhan

Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! (Yeremia 17:7)

Apakah  yang  dimaksud dengan  orang  yang  mengandalkan Tuhan? Dalam Alkitab bahasa Indonesia terjemahan lama, kata mengandalkan Tuhan itu ditulis dengan kata "orang yang percaya kepada Tuhan". Jadi mengandalkan Tuhan adalah percaya kepada Tuhan dengan sepenuh hati, bahwa Ia saja yang menjadi sumber pertolongan hidupnya, yang sanggup meluputkan seseorang dari semua masalah yang sedang dihadapinya.

Lembah Duka

Apabila melintasi lembah Baka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat. Mereka berjalan makin lama makin kuat, hendak menghadap Allah di Sion. (Mazmur 84:7,8)

Sebagai seorang kepala keluarga dan ayah dari dua orang anak, kadang saya merasa hampir-hampir tidak mampu menanggung beban hidup ini. Sekalipun saya dan istri adalah hamba Tuhan, bukan berarti bahwa kami tidak pernah mengalami pergumulan yang berat dalam hidup. Baik pergumulan dalam pelayanan,  dalam hal penyakit maupun ketika kami ditinggal oleh orang yang kami kasihi. Ada kalanya saya tergoda untuk mengasihani diri.

Ketika Dia Periksa Hati Ini

Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya. (Yeremia 17:10)

Waktu kami pulang melayani dari pedalaman Lampung Timur, ketika sampai di pelabuhan Bakauheni dan hendak masuk membeli tiket masuk kapal, saat itu kendaraan yang kami tumpangi diperiksa oleh pihak berwajib karena ada razia Narkoba. Hal itu terjadi bukan terhadap kendaraan yang kami tumpangi saja tapi juga bagi kendaraan lainnya. Bagi kami tidak menjadi masalah karena bukan pemakai atau pengedar narkoba. Namun bagi mereka yang menjadi pengguna atau pengedar, maka pemeriksaan ini sangat menakutkan, sebab petugas memeriksa dengan seksama dan dengan begitu teliti.

Kebebasan

"Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun. (1 Korintus 10:23)

Memang benar kita memperoleh kebebasan setelah kita hidup baru dalam kasih karunia Allah. Hanya saja jangan sembarangan menggunakan kebebasan hidup kita tersebut. Contohnya dalam hal makanan. Alkitab mencatat, “Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun.” (1 Korintus 6:12). Kita harus berhati-hati dan bijaksana untuk memelihara kebebasan hidup kita sehari-hari, supaya bisa memuliakan Allah dengan tubuh kita yang adalah bait Roh Kudus. Apakah yang menjadi tolok ukur sebagai batasan agar tidak kebablasan dalam menggunakan kebebasan hidup kita?

Seni Bertahan

Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. (Matius 10:22)

Sehari-hari saya menggunakan kereta api listrik untuk berangkat kerja. Naik kereta di jam-jam kerja tidaklah selalu bisa mujur mendapatkan tempat duduk. Saya lebih sering harus berdiri karena kalah dalam berebut tempat duduk dengan penumpang lain. Namun tahukah Anda bahwa berdiri di atas kereta yang berjalan selama lebih dari sejam itu membutuhkan seni tersendiri? Ya, seni untuk bertahan tetap berdiri, walau guncangan akibat jalannya kereta terkadang mampu menggeser jauh posisi kaki kita. Belum lagi desakan dari sesama penumpang yang memaksa masuk ke dalam kereta yang sudah penuh sesak. Tapi karena kereta tak mengenal kata “macet” maka kereta tetap menjadi transportasi pilihan terfavorit bagi pegawai kantoran.

Jadwal Ibadah Minggu

  Kebaktian Umum
  05.30 Ibadah I
  08.15 Ibadah II
  11.15 Ibadah III
  17.00 Ibadah IV

Sekolah Minggu
08.15 Kelas Besar
09.00 Kelas Kecil
11.30 Kelas Kecil
17.30 Kelas Kecil