Renungan Minggu Ini

Petunjuk Penggunaan Renungan

  1. Berdoalah sebelum mulai membaca Firman Tuhan dan persekutuan pribadi dengan Tuhan supaya Roh Kudus menerangi hati dan pikiran kita.
  2. Bacalah ayat-ayat Firman Tuhan yang disarankan sebelum membaca ulasan Firman Tuhan.
  3. Renungkan bacaan dan ulasan Firman Tuhan yang telah dibaca, kemudian segera refleksikan dalam kehidupan pribadi Saudara.
  4. Mintalah pertolongan Roh Kudus supaya memberi kesanggupan kepada Saudara untuk melakukan Firman Tuhan dan keputusan Saudara hari ini.
  5. Berdoalah dan mengucap syukurlah atas berkat dari Renungan Firman Tuhan yang telah Saudara dapatkan.

 

Ketika Kita Memberi

Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah. (Ibrani 13:16)

Banyak orang bermimpi menjadi filantropi. Filantropi berasal dari dua kata Yunani, philein berarti cinta, dan anthropos yang berarti manusia. Filantropi adalah tindakan seseorang yang mencintai sesama manusia, sehingga menyumbangkan waktu, uang, dan tenaganya untuk menolong orang lain. Biasanya, filantropi seorang kaya raya yang sering menyumbang untuk mereka yang miskin. Tokoh filantropi terkenal dari Amerika adalah Bill Gates. Pada tahun 2007 saja, Bill Gates tercatat memberi sumbangan untuk amal sebanyak $28 miliar. Sebuah angka yang tidak sedikit. Dari Indonesia kita kenal Dato Sri Prof. Dr. Tahir. Lembaga Kantor Berita Nasional ANTARA menganugerahkan Tokoh Filantropi 2014 kepadanya atas kedermawanannya.

Menuju Yerusalem Baru

Roh dan pengantin perempuan itu berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, ... mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma! (Wahyu 22:17)

Kita hidup dengan tujuan. Apa saja yang kita lakukan dalam hidup ini, mestinya ada tujuannya, bukan? Beli tanah, tujuannya untuk bangun rumah, misalnya. Hidup kita sebagai orang percaya juga ada tujuan akhirnya, yaitu mengambil air kehidupan seperti dalam nats bacaan kita hari ini. Dan air kehidupan itu ada di Yerusalem yang baru. Ke sanalah tujuan semua orang percaya.

Tidak Semua Kamu Bersih

Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: "Tidak semua kamu bersih." (Yohanes 13:11)

Beberapa hari sebelum disalibkan, Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya. Alkitab memastikan bahwa hal itu dilakukan-Nya sebelum hari raya Paskah dimulai. Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah (Yohanes 13: 3). Ia tahu waktu-Nya segera tiba.

Sahabat Atau Pengkhianat

Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. (Yohanes 15:15)

Ketika Tuhan Yesus menyebutkan bahwa kita adalah sahabat-Nya tentu bukan seperti ucapan seorang politisi, misalnya, yang dapat berubah dalam sesaat. Sebab sangat jauh berbeda seperti terang dan gelap antara sahabat Allah dan sahabat bagi para politisi. Sahabat politisi dengan tiba-tiba bisa saja berubah menjadi pengkhianat, ketika ada hal-hal yang tidak berkenan di hatinya dan yang berujung pada kegiatan-kegiatan tandingan yang tidak merefleksikan esensi dari tugasnya sebagai wakil rakyat.

Kemegahan Hidup yang Sejati

Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia. (Galatia 6:14)

Rasul Paulus adalah rasul yang paling menentang sikap orang-orang yang bermegah akan hal-hal duniawi, karena menurutnya satu-satunya kemegahan yang sejati adalah bermegah dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus! Apakah artinya hidup yang bermegah dalam salib Kristus? Mari kita belajar beberapa hal berikut:

Tanda Pengingat

Kedua belas batu yang diambil dari sungai Yordan itu ditegakkan oleh Yosua di Gilgal. Supaya semua bangsa di bumi tahu, bahwa kuat tangan TUHAN, dan supaya mereka selalu takut kepada TUHAN, Allahmu. (Yosua 4:20,24)

Semua orang tahu bahwa memasuki pernikahan adalah gerbang menuju berbagai masalah. Tentu saja bukan berarti bahwa perkawinan adalah ide yang buruk. Indahnya pernikahan justru akan sangat berkesan saat sebagai pasangan, kita bisa bergandengan tangan untuk melalui masalah demi masalah. Tidak mudah? Pastinya. Tapi saya pribadi yakin kalau kita pasti dimampukan untuk tetap bertahan dalam perahu pernikahan yang sama, karena Tuhan memang menghendaki demikian. Saat Tuhan yang berkehendak, bukankah Dia punya seribu satu cara untuk menggenapi kehendak-Nya itu?

Manis Tapi Menjerat

Siapa berpegang pada kebenaran yang sejati, menuju hidup, tetapi siapa mengejar kejahatan, menuju kematian. (Amsal 11:19)

Semut bisa dibilang binatang yang mudah tergiur dan pantang menyerah. Bila ada sesuatu yang mereka bisa nikmati di suatu tempat, maka tanpa memikirkan risikonya, mereka akan menerobos. Baik itu makanan atau minuman dalam wadah yang memiliki celah cukup untuk mereka bisa masuk. Suatu kali mendapati gula dan biskuit dalam wadah dikerubuti semut cukup banyak, terlintaslah dalam benak apa yang harus saya lakukan. Setelah membuka tutup kedua wadah, saya letakkan wadah itu di tempat yang terkena terik sinar matahari, kemudian saya lingkari dengan tebal area dimana wadah itu saya letakkan menggunakan kapur ajaib. Sontak gerombolan semut itu berlomba-lomba keluar dari wadah. Tapi naas, mereka mati saat berusaha melewati lingkaran goresan kapur ajaib.

Jadwal Ibadah Minggu

  Kebaktian Umum
  05.30 Ibadah I
  08.15 Ibadah II
  11.15 Ibadah III
  17.00 Ibadah IV

Sekolah Minggu
08.15 Kelas Besar
09.00 Kelas Kecil
11.30 Kelas Kecil
17.30 Kelas Kecil