Renungan Minggu Ini

Petunjuk Penggunaan Renungan

  1. Berdoalah sebelum mulai membaca Firman Tuhan dan persekutuan pribadi dengan Tuhan supaya Roh Kudus menerangi hati dan pikiran kita.
  2. Bacalah ayat-ayat Firman Tuhan yang disarankan sebelum membaca ulasan Firman Tuhan.
  3. Renungkan bacaan dan ulasan Firman Tuhan yang telah dibaca, kemudian segera refleksikan dalam kehidupan pribadi Saudara.
  4. Mintalah pertolongan Roh Kudus supaya memberi kesanggupan kepada Saudara untuk melakukan Firman Tuhan dan keputusan Saudara hari ini.
  5. Berdoalah dan mengucap syukurlah atas berkat dari Renungan Firman Tuhan yang telah Saudara dapatkan.

 

Mencoba Menolong Tuhan

Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu." Yesaya  30:15

Tidak ingin berbicara tentang orang lain, tetapi tentang saya. Terkadang tanpa sadar ketika lama menanti pertolongan Tuhan datang, saya mencoba melakukan sesuatu yang saya anggap dapat mempercepat pertolongan Tuhan datang. Katakanlah saya berdoa agar Tuhan memberikan saya seperangkat computer untuk pelayanan. Lama menanti jawaban Tuhan, akhirnya saya memutuskan mencari pinjaman. Pikir saya bila bertemu dengan orang yang mau meminjamkan saya sejumlah uang untuk membeli computer, itulah pertolongan Tuhan. Benarkah demikian?

Melupakan Kegagalan

Aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus. (Filipi 3:13-14)

Jika kita menonton sirkus, biasanya kita melihat gajah-gajah besar yang kakinya diikat pada pasak kecil di tanah. Sebenar gajah-gajah itu dengan mudah dapat mencabut pasak itu dan melarikan diri, tetapi mereka tidak pernah melakukan hal itu. MENGAPA...???

Awas & Siaga

Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu." (Lukas 12:15)

Sebelum Gunung Merapi meletus beberapa waktu lalu, terlebih dahulu telah diberikan peringatan kepada penduduk sekitar Merapi dengan status “AWAS” atau “SIAGA”, tergantung pada seberapa jauh tingkat bahayanya. Tujuan dari peringatan tersebut tentunya adalah supaya penduduk sekitar bisa waspada, berjaga-jaga, dan siap siaga sewaktu-waktu jika aktivitas gunung berbahaya bagi keselamatan mereka, sehingga sebelum gunung meletus mereka bisa melakukan tindakan cepat untuk mengungsi atau menjauh dari puncak gunung. Tetapi ada beberapa dari mereka yang tetap bertahan di rumah mereka, tidak mau mengungsi karena mereka berat untuk meninggalkan rumah, harta, dan ternak mereka. Dan akhirnya terjadilah semburan awan panas ke beberapa daerah di lereng Merapi, yang menyebabkan beberapa korban jiwa yaitu mereka yang tidak mau mengungsi. Alangkah menyedihkan karena mereka harus kehilangan nyawanya, hanya karena mempertahankan harta bendanya.

Serahkanlah Kekuatiranmu

Serahkanlah kuatirmu kepada Tuhan, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah. (Mazmur 55:23)

Menurut sebuah laporan dari Wall Street Journal, kekuatiran kini lebih banyak dijumpai ketimbang depresi, dan merupakan masalah kesehatan mental yang paling parah di Amerika Serikat. Obat-obatan untuk mengatasi kekuatiran saat ini merupakan produk obat yang terlaris. Bahkan dengan laju perekonomian yang pesat dan kondisi politik yang memanas, kekuatiran dan ketakutan selalu menjadi bagian dari hidup manusia yang tidak dapat diatasi oleh pil saja.

Pengharapan yang Menyehatkan

Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan. (Roma 15:13)

Telah diketahui secara umum, bahwa emosi kita mampu menghasilkan efek yang dalam dan amat besar kepada fisik kita. Dan bahwa kondisi dari tubuh kita dapat mempengaruhi emosi kita. Misalkan, sebuah artikel tahun 1997 dalam jurnal terbitan The American Heart Association merujuk pada konsekwensi-konsekwensi negatif dari fisik akibat ketiadaan pengharapan. Secara esensial disebutkan bahwa mereka yang mempunyai pengalaman perasaan-perasaan ekstrim dari keputusasaan atau kehilangan harapan, memiliki 20% peningkatan lebih besar dalam mengalami arteriosclerosis (pengerasan pembuluh nadi) melewati periode 4 tahunan. Studi-studi lain juga mengkaitkan hopelessness dengan penyakit jantung, serangan jantung dan kematian.

Transendensi

Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari. Amsal 4:18

Seseorang yang telah berlari sekian lama tentu kekuatannya akan semakin berkurang. Sebatang lilinpun bila terus-menerus menyala, lama kelamaan akan menjadi redup dan akhirnya padam. Demikian juga setiap manusia dalam menjalani kehidupan di dunia, pasti pernah mengalami kelelahan, kejenuhan dan penurunan stamina, baik secara fisik maupun rohani.

Seperti yang Engkau Ingini

Sesungguhnya, orang yang membusungkan dada, tidak lurus hatinya, tetapi orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya.Habakuk 2:4

Sebatang bambu yang indah tumbuh di halaman rumah seorang petani. Batang bambu ini tumbuh tinggi menjulang di antara batang-batang bambu lainnya. Suatu hari datanglah sang petani yang empunya pohon bambu itu. Dia berkata kepada batang bambu," Wahai bambu, maukah engkau kupakai untuk menjadi pipa saluran air, yang sangat berguna untuk mengairi sawahku?" Batang bambu menjawabnya, "Oh tentu aku mau bila dapat berguna bagi engkau, Tuan. Tapi ceritakan apa yang akan kau lakukan untuk membuatku menjadi pipa saluran air itu."

Jadwal Ibadah Minggu

Kebaktian Umum

05.30 WIB Umum I
08.15 WIB Umum II
11.15 WIB Umum III
17.00 WIB Umum IV

Sekolah Minggu
07.30 WIB Sekolah Minggu (besar)
09.00 WIB Sekolah Minggu (kecil)
17.30 WIB Sekolah Minggu (kecil)