Renungan Minggu Ini

Petunjuk Penggunaan Renungan

  1. Berdoalah sebelum mulai membaca Firman Tuhan dan persekutuan pribadi dengan Tuhan supaya Roh Kudus menerangi hati dan pikiran kita.
  2. Bacalah ayat-ayat Firman Tuhan yang disarankan sebelum membaca ulasan Firman Tuhan.
  3. Renungkan bacaan dan ulasan Firman Tuhan yang telah dibaca, kemudian segera refleksikan dalam kehidupan pribadi Saudara.
  4. Mintalah pertolongan Roh Kudus supaya memberi kesanggupan kepada Saudara untuk melakukan Firman Tuhan dan keputusan Saudara hari ini.
  5. Berdoalah dan mengucap syukurlah atas berkat dari Renungan Firman Tuhan yang telah Saudara dapatkan.

 

Tangung Jawab

“…Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu,...” (1 Petrus 3:15)

Sekali waktu, saya pernah dihubungi lewat telepon oleh salah seorang rekan yang meminta saya untuk berbincang-bincang dengan saudaranya yang belum kenal Tuhan, yang kebetulan satu daerah dengan saya. Rekan saya ini meminta agar saya bisa memberitakan firman Tuhan kepada saudaranya tersebut dengan cara bersaksi kepadanya bagaimana Tuhan telah memanggil saya menjadi seorang Kristen. Saya sempat mengatakan mengapa tidak dia sendiri saja yang bersaksi kepada saudaranya itu, tetapi rekan saya menjawab sambil tersenyum, ”Saya tidak bisa bersaksi, lagipula kan saya bukan pendeta.” Singkat cerita, akhirnya saya memenuhi undangannya untuk datang ke rumahnya dan bertemu dengan saudaranya itu.

HIDUP SEBAGAI ORANG MERDEKA

“Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.” (Roma 6:18)

Setiap orang yang percaya menyandang predikat orang merdeka dan hamba kebenaran. Status itu ada melalui pengorbanan Yesus. Tidak mudah bukan? Hidup menyandang predikat ini pun butuh perjuangan. Kita dituntut memiliki keselarasan hidup sesuai status yang melekat. Orang yang merdeka di dalam Kristus, wajib mematikan segala keinginan dan hawa nafsu dunia. Apakah yang harus kita lakukan, agar dapat hidup sebagai hamba kebenaran? Beberapa langkah berikut dapat menolong kita:

Keajaiban Dari Sebutir Telur

Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan. Yeremia 17:7

Banyak orang sepakat bahwa asal mula kehidupan, berasal dari Tuhan sang Pencipta. Namun Pernahkah kita merenungkan bagaimana cara kerja sistem pendukung kehidupan “melanjutkan” jalannya? Bagaimana cara Allah menciptakan makhluk hidup yang dapat berkembang biak dengan kemampuan untuk melahirkan generasi yang berpotensi berkembang biak lagi? Atau dengan lain kata mereka “dilahirkan untuk melahirkan”.

Ingatlah, Tuhan Selalu Ingat Kita

”Ingatlah semuanya ini, hai Yakub, sebab engkaulah hambaKu, hai Israel. Aku telah membentuk engkau, engkau adalah hambaKu, hai Israel, engkau tidak Kulupakan.” (Yesaya 44:21)

Beberapa waktu yang lalu, ada seseorang wanita muda yang mengajukan pertemanan di dalam facebook dan memohon agar saya mengkonfirmasinya. Ketika memperhatikan fotonya, saya merasa tidak mengenal wanita ini, sehingga saya biarkan saja. Ternyata wanita ini mengenal saya lalu mengirimkan message ke inbox di facebook saya, dan mengatakan bahwa dia adalah mantan murid saya semasa di SMA dulu. Saya kaget sekali, karena saya benar-benar sudah lupa dengan wajahnya. Namun ketika dia menyebutkan angkatan dan tahun berapa dia sekolah serta menyebutkan beberapa teman sekelasnya, barulah saya mulai bisa mengingatnya. Saya terharu sekali, ketika dia berkata bahwa dia sangat berterima kasih atas didikan dan nasehat yang pernah saya berikan kepadanya sewaktu masih di sekolah dulu. Dia mengatakan bahwa beberapa tahun yang lalu dia sempat mengalami goncangan iman karena kesulitan dan persoalan hidup yang berat, tetapi di tengah-tengah persoalan yang sedang dia hadapi, dia teringat akan nasehat firman Tuhan yang pernah saya sampaikan kepadanya. Kini, dia telah bekerja di satu perusahan dengan gaji yang cukup memuaskan. Saya memang sempat lupa kepadanya, tetapi Tuhan ingat kepadanya. Firman-Nya telah memberi kekuatan kepadanya untuk bangkit dan menang dalam menghadapi persoalannya. Haleluyah!

Tempat Malaikat Menciumku

Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan. Keluaran 23:20

Seorang remaja yang terlahir dengan tanda lahir yang amat kentara pada hampir seluruh wajahnya, suatu hari bertermu dengan seseorang yang menanyakan tentang keunikannya tersebut. “Waktu aku masih kecil, ayah selalu mengatakan bahwa tanda lahir itu ada, karena di situlah tempat malaikat menciumku. Tanda itu membuatku selalu dapat ditemukan, meski dalam keramaian.” Begitulah jawabnya. Dan sambil tersenyum ia menambahkan, “Ayah selalu mengulang kata-kata itu, hingga aku merasa kasihan pada anak-anak lain yang tidak dicium oleh malaikat seperti aku.”

Telah Didengar

Lalu katanya kepadaku: "Janganlah takut, Daniel, sebab telah didengarkan perkataanmu sejak hari pertama engkau berniat untuk mendapat pengertian dan untuk merendahkan dirimu di hadapan Allahmu, dan aku datang oleh karena perkataanmu itu. Daniel 10:12

Kehidupan kekristenan tidak lepas dari kehidupan doa. Semua tokoh di dalam Alkitab, adalah orang-orang yang memiliki mezbah doa pribadi. Mengapa doa menjadi hal yang utama dalam kekristenan? Karena melalui doalah, kita membangun hubungan langsung dengan Tuhan. Tapi sayang, masih banyak orang yang beranggapan bahwa doa hanya kegiatan sewaktu-waktu, doa diperlukan saat menghadapi masalah yang sukar saja. Bahkan ketika ia merasa seolah-olah doanya tidak dijawab, ia akan berhenti berdoa.

Wujud dari Dedikasi

“Sebab di sini banyak kesempatan bagiku untuk mengerjakan pekerjaan yang besar dan penting, sekalipun ada banyak penentang.” (1 Korintus 16:9)

Adalah seorang wanita yang menghabiskan hidupnya sebagai baby sitter. Ia dapat menemukan pekerjaan yang dipandang orang. Namun dedikasi yang tinggi terhadap pekerjaan, tidak melunturkan semangat kerjanya. Serangkaian acara yang di gelar saat ia menutup umur di usia senja, merupakan kesan mendalam majikannya atas tanggung jawab yang telah ditunjukkan wanita itu semasa hidup. Puluhan tahun mengabdi bukan waktu yang singkat, tanpa peduli profesinya di pandangan sebelah mata oleh orang lain. Sikap serupa ditunjukkan juga seorang bapak yang mengabdi di sebuah keraton. Pendapatan bukan masalah besar baginya. Dalam sebuah obrolan ia berkata, “Dapat menyelesaikan tugas dengan baik sebagai abdi dalam, sudah cukup membuat saya puas dan bahagia.” Tak heran selama puluhan tahun pula, keluarganya mendapatkan apresiasi dari pihak keraton.

Jadwal Ibadah Minggu

Kebaktian Umum

05.30 WIB Umum I
08.15 WIB Umum II
11.15 WIB Umum III
17.00 WIB Umum IV

Sekolah Minggu
07.30 WIB Sekolah Minggu (besar)
09.00 WIB Sekolah Minggu (kecil)
17.30 WIB Sekolah Minggu (kecil)