Renungan Minggu Ini

Petunjuk Penggunaan Renungan

  1. Berdoalah sebelum mulai membaca Firman Tuhan dan persekutuan pribadi dengan Tuhan supaya Roh Kudus menerangi hati dan pikiran kita.
  2. Bacalah ayat-ayat Firman Tuhan yang disarankan sebelum membaca ulasan Firman Tuhan.
  3. Renungkan bacaan dan ulasan Firman Tuhan yang telah dibaca, kemudian segera refleksikan dalam kehidupan pribadi Saudara.
  4. Mintalah pertolongan Roh Kudus supaya memberi kesanggupan kepada Saudara untuk melakukan Firman Tuhan dan keputusan Saudara hari ini.
  5. Berdoalah dan mengucap syukurlah atas berkat dari Renungan Firman Tuhan yang telah Saudara dapatkan.

 

Gaya Hidup Mengucap Syukur

Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. (1 Tesalonika 5:18)

Salah satu praktek kehidupan kristiani yang harus dilakukan adalah mengucap syukur dalam segala hal, baik ketika menerima berkat, mengalami sukacita yang datang atas hidup kita, maupun ketika sedang menghadapi persoalan dan bencana yang menimpa kehidupan kita. Memang tidak mudah untuk mengucap syukur dalam segala hal. Ada beberapa alasan mengapa kita harus mengucap syukur sebagai gaya hidup kita.

Jangan Menjadi Bayi Rohani

Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya. (2 Petrus 3:18)

Firman Allah mencatat dan mengajar kita untuk tidak terus-menerus menjadi “Bayi Rohani”, melainkan harus bertumbuh menjadi “Dewasa Rohani.” Menjadi pertanyaan, mengapa kita tidak boleh menjadi bayi rohani? Mari kita belajar tentang beberapa kebenaran.

Kalahkanlah Kelemahan kita

Sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus. Filipi  1:10

Iblis mengerti di titik mana kita sangat tak berdaya ketika ia menekan hidup kita. Pada situasi Ayub iblis bahkan berani bernegosiasi dengan Allah untuk menghancurkan Ayub melalui sisi lemah Ayub. Iblis tidak bekerja serampangan, ia memiliki target dan strategi yang jitu lagi tepat. Dan seperti itulah cara kerja iblis melemahkan iman orang-orang percaya. Tidaklah heran bila kita dapati saudara-saudara seiman kita mulai tinggalkan Tuhan.

Tak Terlupakan

“Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.” (Yesaya 49:15b)

Suatu kali, dalam sebuah kebaktian, saya mendengarkan sebuah kesaksian yang begitu menggetarkan hati. Song leader kebaktian tersebut menceritakan bahwa beberapa waktu yang lalu salah satu temannya melahirkan seorang bayi lucu. Ibu baru ini pun merasakan kebahagiaan yang begitu dalam. Namun rasa bahagia itu segera berlalu dan berganti dengan kesedihan yang tak kalah mendalam. Pasalnya, bayi mungil itu terpaksa harus ditinggalkannya di rumah bersalin, sampai ia sanggup membayar biaya persalinan. Doa demi doa dinaikkan. Tak sedikit juga usaha yang dilakukan. Tapi ketika uang yang terkumpul tak juga mencukupi, sang ibu pun berkata, “Saya kira, saya tahu bagaimana mendapatkan uang untuk menebus bayi saya. Saya akan pergi ke rumah sakit dan menjual ginjal saya.” Sungguh, sebuah pengorbanan yang luar biasa dari cinta yang besar.

Sebuah Kebebasan Beribadah

“Karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri.” (Ibrani 10:20)

Hidup dalam penjajahan tak pernah diidam-idamkan oleh siapapun. Penjajahan membuahkan penderitaan dan merampas segala hak manusia. Allah sendiri tidak menghendaki realita menyakitkan ini dialami manusia. Ia akan berupaya melepaskan manusia dari segala perbudakan, sehingga mendapatkan kembali kebebasannya. Pada waktu Israel berada di bawah penindasan bangsa Mesir, Allah berusaha melepaskan mereka dari belenggu.  Maksud Ia berbuat demikian, selain membebaskan dari kerja rodi, Allah mau bangsa Israel kembali memiliki kebebasan beribadah kepada-Nya.

Mengenal Jerat Iblis

Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. (1 Petrus 5:8)

Rancangan Tuhan atas orang percaya pasti yang terbaik. Allah sendiri memberi jaminan, Ia tidak pernah merancangkan yang buruk. Rancangan-Nya penuh damai sejahtera, masa depan yang cerah. Jika demikian kebenarannya, lantas mengapa orang percaya ada yang gagal? Malah ada yang keadaannya miris sampai ajal menjemput.

Kuat di dalam Tuhan

”... hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya” (Efesus 6:10)

Di jaman yang serba sulit ini Tuhan sedang membentuk anak-anak-Nya untuk menjadi umat yang tangguh, yang akan dipakai Tuhan untuk memenangkan banyak jiwa buat Tuhan. Namun sebelum dipakai menjadi alat Tuhan yang kokoh, Tuhan lebih dahulu memproses dan menempa anak-anak-Nya agar menjadi alat Tuhan yang siap dan layak dipakai-Nya.

Jadwal Ibadah Minggu

Kebaktian Umum

05.30 WIB Umum I
08.15 WIB Umum II
11.15 WIB Umum III
17.00 WIB Umum IV

Sekolah Minggu
07.30 WIB Sekolah Minggu (besar)
09.00 WIB Sekolah Minggu (kecil)
17.30 WIB Sekolah Minggu (kecil)