Renungan Minggu Ini

Petunjuk Penggunaan Renungan

  1. Berdoalah sebelum mulai membaca Firman Tuhan dan persekutuan pribadi dengan Tuhan supaya Roh Kudus menerangi hati dan pikiran kita.
  2. Bacalah ayat-ayat Firman Tuhan yang disarankan sebelum membaca ulasan Firman Tuhan.
  3. Renungkan bacaan dan ulasan Firman Tuhan yang telah dibaca, kemudian segera refleksikan dalam kehidupan pribadi Saudara.
  4. Mintalah pertolongan Roh Kudus supaya memberi kesanggupan kepada Saudara untuk melakukan Firman Tuhan dan keputusan Saudara hari ini.
  5. Berdoalah dan mengucap syukurlah atas berkat dari Renungan Firman Tuhan yang telah Saudara dapatkan.

 

Sebab Ku Alami

Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya? (Bilangan  23:19)

Kekristenan itu bukan sekedar teori atau pengetahuan, kekristenan juga menyangkut pengalaman. Kita boleh berdebat berjam-jam tentang kelahiran baru misalnya, tetapi bila kita tidak mengalaminya apalah gunanya. Kita bisa berteriak-teriak meyakinkan orang bahwa bilur Yesus menyembuhkan tetapi bila kita sendiri belum pernah mengalaminya, apakah orang sungguh dapat diyakinkan? Itulah sebabnya tentang Yesus Alkitab bersaksi: "Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan." (Matius 9:35)

Benih Itu Harus Mati

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. (Yohanes 12:24)

Saya suka sekali masakan isteri saya. Karena selain pedas, setiap kali menyantapnya bumbu itu akan bercampur dengan sensasi di lidah saya. Terasa lezat sekali. Kemudian saya memperhatikan bagaimana isteri saya mengolahnya. Begitu banyak bumbu dapur seperti ketumbar, kemiri, kunyit, lada, cabai, garam, dan segala macam yang kalau dimakan langsung akan terasa aneh dan menggumpal di mulut. Ternyata mereka tidak bisa menyatu jadi masakan yang nikmat sebelum digerus dan diulek hingga halus. Hanya setelah itulah, mereka bisa dipakai menjadi bumbu masakan yang luar biasa.

Mengubur Dendam Lama

Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. (Matius 5:44)

Menjalani hidup ini, kita tidak luput dari berbuat salah. Sebagai  seorang pelayan Tuhan, saya pun pernah melakukan kesalahan atau tindakan-tindakan bodoh, yang tidak seharusnya dilakukan. Namun, tidak sedikit pula saya mengalami hal-hal yang menyakitkan hati. Kadang peristiwa-peristiwa menyakitkan di masa lalu itu, masih sering datang menghampiri untuk melemahkan iman saya. Syukur kepada Tuhan bahwa firman-Nya selalu dapat menenangkan dan menguatkan iman saya.

Tertekan Namun Tetap Berharap

Jiwaku selalu teringat akan hal itu dan tertekan dalam diriku. Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap: Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi. (Ratapan 3:20-23a)

Jika dalam perjalanan hidup kita semuanya berjalan dengan baik, tanpa halangan berarti, kita akan begitu gampang berkata: "Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya". Namun mampukah kita berkata demikian saat kesesakan dan penderitaan datang kepada kita?

Buah Busuk

Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik. (1 Korintus 15:33)

Pernahkah saudara menyimpan buah-buahan seperti duku, salak, dan lain-lain. Jika pernah, pasti saudara mengerti kalau ada satu saja buah yang busuk disimpan bersama yang lain dalam satu tempat, maka sebentar saja semuanya ikut menjadi busuk.

Penderitaan Sekarang Ini

Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. (Roma 8:18)

Proses penggenapan janji-janji Allah kepada kita yang adalah anak Allah, bukanlah proses yang terasa nyaman dan mudah. Prosesnya ternyata melibatkan banyak penderitaan di zaman sekarang ini. Lantas, apakah tujuan dan manfaat dari penderitaan yang harus kita alami bersama Kristus di masa sekarang?

Domba Kesayangan

Didapati-Nya dia di suatu negeri, di padang gurun, di tengah-tengah ketandusan dan auman padang belantara. Dikelilingi-Nya dia dan diawasi-Nya, dijaga-Nya sebagai biji mata-Nya. (Ulangan 32:10)

When peace like a river, attendeth my way,
When sorrows like sea billows roll
Whatever my lot, Thou hast taught me to say
It is well, it is well with my soul.
It is well, with my soul. It is well, it is well with my soul.

Horatio G. Spafford menciptakan lagu terkenal di atas ketika ia dan isterinya, Anna kehilangan kelima putra dan putri mereka. Putra semata wayang mereka meninggal dunia akibat serangan demam yang tak teratasi di tahun 1870. Tiga tahun kemudian, keempat putri mereka menyusul adik bungsunya pada kecelakaan tenggelamnya kapal yang mereka tumpangi bersama ibunya. Sayang, hanya sang ibulah yang ditemukan terapung-apung di tengah lautan lepas dalam keadaan masih bernyawa oleh tim penyelamat saat itu. Waktu Horatio mendapat kesempatan untuk berlayar tepat di atas tempat tenggelamnya kapal tersebut, ia tidak berpikir bahwa keempat putri mereka ada jauh di bawah sana. Horatio menuliskan syair lagu di atas dan berkata, “Kami melewati tempat di mana kapal itu tenggelam di tengah laut sedalam tiga mil. Tapi saya tidak berpikir orang-orang terkasih kami ada di sana. Mereka telah terbungkus dengan aman bagai domba kesayangan.”

Jadwal Ibadah Minggu

Kebaktian Umum

05.30 WIB Umum I
08.15 WIB Umum II
11.15 WIB Umum III
17.00 WIB Umum IV

Sekolah Minggu
07.30 WIB Sekolah Minggu (besar)
09.00 WIB Sekolah Minggu (kecil)
17.30 WIB Sekolah Minggu (kecil)