Khotbah Minggu,6 Mei 2018

ARTI DARI KEMATIAN YESUS
Ayat Pokok: Kisah Para Rasul 2:23-26
Oleh: Pdt. A.H. Mandey

Yesus tinggalkan sorga dan dilahirkan oleh manusia. Dia setara dengan Allah di dalam sorga, namun tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia (Flp. 2:6-7). Mengapa Dia harus menjadi manusia? Untuk menyelamatkan manusia yang telah jatuh dalam dosa. Tidak ada manusia dalam dunia ini yang tidak ada dosa. Semua manusia telah berdosa. Upah dosa ialah maut. Tetapi puji Tuhan, Yoh. 3:16 katakan,Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Kematian Yesus adalah karena Kasih yang terbesar
“… Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka …” (Roma 5:6). Dia datang untuk membebaskan saudara dan saya dari segala dosa. Kita yang harusnya dihukum mati, telah dibebaskannya dengan kematian-Nya di kayu salib. Inilah kasih terbesar yang telah ditunjukkannya.

Kematian Yesus memberikan Semangat Hidup dan Kemenangan
Kematian Yesus tidak untuk selamanya. “Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu” (Kis. 2:24). Dia sudah bangkit! Dia hidup! Kebangkitan Yesus dari kematian merupakan suatu kemenangan yang luar biasa.

Kematian Yesus membuat kita mempunyai kekuatan untuk Mendoakan dan Bersaksi bagi orang lain

Jadwal Ibadah Minggu

  Kebaktian Umum
  05.30 Ibadah I
  08.15 Ibadah II
  11.15 Ibadah III
  17.00 Ibadah IV

Sekolah Minggu
08.15 Kelas Besar
09.00 Kelas Kecil
11.30 Kelas Kecil
17.30 Kelas Kecil