Khotbah Minggu, 15 April 2018

JANGAN MENYEBUT NAMA TUHAN DENGAN SEMBARANGAN
Ayat Pokok: Keluaran 20:7
Oleh: Pdt. Annette Runkat

Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan (terjemahan lama: dengan sia-sia), sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan. Ayat ini merupakan bagian dari sepuluh hukum yang ada di dua loh batu yang diberikan Tuhan kepada Musa ketika Musa naik ke Gunung Sinai. Musa bertemu dengan Tuhan, dan Tuhan menulis sendiri dua loh batu tersebut. Di dalamnya ada sepuluh hukum: sebelah kiri empat hokum dan sebelah kanan enam hukum.

Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan (2 Tim 2:19)
Bisa saja terjadi orang yang sudah menjadi kepunyaan Tuhan tetapi belum meninggalkan kejahatan. Mengenai hal ini Matius 7:21 mengingatkan dengan tegas, “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! Akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga." Jangan sampai terjadi suatu hari nanti Tuhan berkata, “Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Anak-anak dari Skewa (Imam Kepala Yahudi) membuka praktek perdukunan dan melakukan tanda-tanda heran dengan membawa nama Tuhan Yesus. Pada waktu mereka mendoakan orang gila, roh jahat yang ada di dalam orang gila itu menerpa mereka, menggagahi dan mengalahkan mereka sehingga mereka lari dari rumah orang itu dengan telanjang dan luka-luka. Itulah akibat dari menyebut nama Tuhan dengan sembarangan dan tetap melakukan kejahatan (tidak meninggalkan kejahatan).

Paulus & Silas, ketika sampai di Filipi, Ia pergi ke tempat sembahyang dan bertemu dengan seorang wanita petenung. Wanita ini terus-menerus berteriak-teriak kepada Paulus dengan perkataan pujian yang sama setiap kali bertemu. Paulus di dalam kepenuhan Roh Allah membaca pujian itu sebagai pekerjaan setan yang akan menjatuhkannya. Oleh karena itu Paulus berkata kepada roh yang ada di dalam wanita petenung tersebut, “Demi nama Yesus Kristus aku menyuruh engkau keluar dari perempuan ini."  Lalu roh itu keluar dari perempuan itu. Tuhan mendengar seruan Paulus karena Ia mengenal siapa Paulus; seorang hamba Allah yang tidak pernah menyebut nama Tuhan dengan sembarangan dan meninggalkan kejahatan.

Hindarilah omongan yang kosong dan yang tak suci yang hanya menambah kefasikan (2 Tim 2:16)
Himeneus dan Filetus adalah orang yang telah menyimpang dari kebenaran. Mereka mengajarkan bahwa kebangkitan yang dimaksudkan oleh Alkitab itu tidak benar terjadi-> mengajarkan firman Allah yang menyimpang = sesat.

Para penyesat ini tidak membawa jiwa-jiwa kepada Tuhan. Yakobus 4:17 berkata, “Jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.” Menyesatkan orang adalah perbuatan jahat = dosa. Hendaklah kita berbuat baik; berbuat seturut dengan perintah Allah. Baiklah kita menyatakan bahwa kita adalah gereja yang tidak saja menyebut nama Tuhan tetapi kita mempunyai kesaksian Tuhan dalam hidup kita. Haleluyah! Tuhan Yesus memberkati.

Jadwal Ibadah Minggu

  Kebaktian Umum
  05.30 Ibadah I
  08.15 Ibadah II
  11.15 Ibadah III
  17.00 Ibadah IV

Sekolah Minggu
08.15 Kelas Besar
09.00 Kelas Kecil
11.30 Kelas Kecil
17.30 Kelas Kecil