Khotbah Minggu, 1 Januari 2018

DAMAI SEJAHTERA RANCANGAN ALLAH
Ayat Pokok: Yeremia 29:11
Oleh: Pdt. David S. Handojo (GPdI Philadelphia)
 
Damai sejahtera adalah rancangan Allah sejak dunia dijadikan. Damai sejahtera diciptakan oleh Allah sendiri untuk memberkati ciptaanNya. Pada penciptaan manusia pertama, Allah menciptakan manusia dengan atribut Allah sendiri. Dia menciptakan manusia dengan pola/peta Allah dan ditempatkan di taman Firdaus.

Allah memiliki rencana yang jelas, sebelum manusia diciptakan. Taman Firdaus dipersiapkan terlebih dulu – di sana yang ada hanya damai. Kawanan hewan tidak ada yang saling bermusuhan. Karena Allah adalah Sumber damai sejahtera, manusia yang diciptakan sesuai peta Allah, juga memiliki atribut damai sejahtera. Itu jika mereka hidup dalam koridor karunia anugerah Allah. 

Damai Sejahtera Hilang
Manusia pertama ditempatkan Tuhan untuk hidup di taman Firdaus dan diberikan kehendak bebas. Bebas untuk menentukan pilihan, tetapi ada pula rambu-rambu larangan yang tidak boleh dilanggar. Namun kemudian kita tahu, manusia pertama melanggar rambu-rambu larangan Allah. Mereka mengambil dan makan buah terlarang yang diberikan ular. Pada saat itulah mereka jatuh ke dalam dosa, dan saat itu pula damai sejahtera hilang. Akibatnya mereka harus menderita.

Damai Sejahtera Dipulihkan
Janji pemulihan dari Allah sangat jelas dinyatakan dalam Kejadian 3:15 “… dan engkau akan meremukkan tumitnya.”  Allah menyediakan penebusan untuk mengembalikan damai sejahtera dalam kehidupan manusia. Allah rindu untuk memulihkan manusia seperti keadaan di taman Eden. Untuk itu, Allah berinisiatif menurunkan AnakNya. Namun sejak lahir Yesus sudah ditolak. Manusia menolak damai yang ditawarkan Allah. Itulah sebabnya rancangan damai sejahtera Allah seringkali tidak dapat dirasakan manusia.

Kita sering lupa di balik kesuitan tersembunyi berkat. Kita sering menutup diri, enggan berserah, tidak bisa patuh, sehingga tidak bisa merasakan berkat yang tersedia. Petrus juga pernah kehilangan damai sejahtera ketika dia menyangkal Yesus sampai tiga kali. Tetapi kemudian dia bersama murid-murid lainnya diam di kamar loteng dan berdoa, di situ kuasa Roh Kudus turun dan saat itulah pemulihan damai sejahtera dirasakan murid-murid.

Mari masuki tahun 2018 dengan pemulihan secara holistik. Benahi kehidupan doa kita. “Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan” (Roma 15:13). Haleluyah!

Jadwal Ibadah Minggu

  Kebaktian Umum
  05.30 Ibadah I
  08.15 Ibadah II
  11.15 Ibadah III
  17.00 Ibadah IV

Sekolah Minggu
08.15 Kelas Besar
09.00 Kelas Kecil
11.30 Kelas Kecil
17.30 Kelas Kecil