Khotbah Minggu, 19 November 2017

KESALEHAN
Ayat Pokok: Yesaya 58:1-12
Oleh: Ps. Mike – Oregon, USA

"Jika Saudara belajar Alkitab, maka saudara akan heran dan melihat bahwa Tuhan sangat mencintai orang-orang yang miskin. Seorang kawan saya pernah berkata tentang segala sesuatu yang sedang terjadi dalam dunia sekarang ini (hukum, politik, agama). Lalu dia berkata inilah tanda bahwa akhir zaman sudah dekat. Lalu saya berkata kepadanya,  menurut saya bukan begitu, menurut pendapat saya adalah kalau saja gereja/jemaat mulai memandang kepada orang-orang yang miskin maka demikianlah hati kita menjadi sangat dekat sekali dengan hati Tuhan dan karena itulah kedatangan Tuhan sudah semakin dekat.”

Kesalehan Yang Palsu
“Memang setiap hari mereka mencari Aku dan suka untuk mengenal segala jalan-Ku. Seperti bangsa yang melakukan yang benar dan yang tidak meninggalkan hukum Allahnya mereka menanyakan Aku tentang hukum-hukum yang benar, mereka suka mendekat menghadap Allah, tanyanya: "Mengapa kami berpuasa dan Engkau tidak memperhatikannya juga? Mengapa kami merendahkan diri dan Engkau tidak mengindahkannya juga?" Sesungguhnya, pada hari puasamu engkau masih tetap mengurus urusanmu, dan kamu mendesak-desak semua buruhmu.” – Yesaya 58:2-3 

Dalam Yesaya 58 dikatakan bahwa Allah sudah capek melihat perbuatan-perbuatan agama mereka saja. Mereka hanya kelihatannya baik kepada Allah tetapi tidak baik kepada manusia. Tetapi di situ juga Tuhan seakan-akan berkata engkau telah bekerja sesuatu yang baik bagi-Ku tetapi sebetulnya Aku sudah baik untukmu. Agamapun mempunyai hal-hal yang salah, karena sebenarnya kalau kita hanya menunjukan pandangan kita sehari-harinya hanya kepada agama tetapi tidak memeriksa diri kita.

Kesalehan Yang Sejati
“... Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk, “supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!” – Yesaya 58:6-7

Tuhan mengundang kita untuk mengalami dan menikmati suatu hubungan yang benar dan nyata dalam hidup ini. Bukan hanya kesalehan dalam menjalankan agama.

Biarlah kita juga membuat beban menjadi ringan bagi orang yang sedang menderita, biarlah kita juga patahkan semua pengikat-pengikat yang mengikat kehidupan manusia, bagikan makanan  kepada orang  yang miskin, berikanlah juga tempat tinggal bagi orang  yang tidak punya rumah dan berikanlah juga  pakaian kepada mereka yang telanjang (yang tidak memiliki pakaian).

Karena kita melihat dalam Yesaya 58 ayat 1-5, bagaimana Allah berbicara tentang tidak adanya/hilangnya sudah hubungan yang intim antara Allah dengan umat-Nya (manusia).  Segala perbuatan mereka dan cara ibadah mereka yang palsu, mereka selalu berbicara tentang pekerjaan mereka yang berat yang telah mereka lakukan dihadapan Tuhan dan mereka selalu berbicara tentang mengenal dan melakukan hal-hal yang benar.

Berkat Kesalehan Yang Sejati
“TUHAN akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan” – Yesaya 58:11

Di antara saudara mungkin akan dipakai oleh Tuhan untuk membangun kembali tembok kota saudara, saudara juga akan dikenal sebagai orang-orang yang memperbaiki tembok-tembok yang tembus. Saya percaya hal ini berbicara tentang hubungan dari keluarga saudara kepada tetangga saudara dan juga hubungan kita antar agama dan juga politik. Jika saudara mengikuti Roh Kudus maka saudara akan berubah menjadi orang yang membangun kembali tembok yang rusak. Penopang-penopang itulah yang menolong masyarakat kita.

Saudara diumpamakan seperti suatu tempat yang selalu ada airnya, seperti mata air yang selalu mengalirkan airnya. Ada terjemahan juga yang berkata bahwa ini adalah sumur-sumur yang selalu mengeluarkan air.

Percayalah Dia mengundang saudara datang. Datanglah kepada Dia pada saat kita telah kehilangan pengharapan supaya kita mendapatkan penghiburan. Tuhan Yesus memberkati saudara.

 

Jadwal Ibadah Minggu

Kebaktian Umum

05.30 WIB Umum I
08.15 WIB Umum II
11.15 WIB Umum III
17.00 WIB Umum IV

Sekolah Minggu
07.30 WIB Sekolah Minggu (besar)
09.00 WIB Sekolah Minggu (kecil)
17.30 WIB Sekolah Minggu (kecil)