Khotbah Minggu, 24 September 2017

“TUHAN AKAN BERPERANG UNTUK KAMU...”
Ayat Pokok: Keluaran 14:1-14
Oleh: Pdt. Jeffry M. Rengkung, Merauke, Papua

"TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja.” Janji dan jaminan yang luar biasa!  Disampaikan Musa kepada bangsa Israel setelah mereka keluar dari Mesir.  Melalui 10 tulah yang didatangkan Tuhan, Ia memimpin bangsa Israel keluar dari perhambaan di Mesir.  Namun, Ia kemudian menyuruh mereka balik kembali dan berkemah di depan Pi-Hahirot, antara Migdol dan laut – Keluaran 14:1-2.  Mengapa?

Menyatakan Kemuliaan Tuhan
Setelah membawa bangsa Israel keluar dari Mesir, tiba-tiba Tuhan memerintahkan mereka balik kembali dan berkemah di tepi laut, di Pi-Hahirot.

Tidak hanya itu, Ia juga mengeraskan hati Firaun sehingga ia bertekad mengejar bangsa Israel – ayat 4.
Mengapa demikian?  Jawabnya ialah: untuk menyatakan kemuliaan Tuhan– baik kepada bangsa Israel maupun Mesir.  “... Aku akan menyatakan kemuliaan-Ku,sehingga orang Mesir mengetahui, bahwa Akulah TUHAN.” 

Bagi Israel – Tuhan telah membebaskan, menuntun, dan memimpin mereka keluar dari Mesir, dengan tiang awan untuk menaungi mereka dari teriknya sinar matahari di siang hari, dan tiang api untuk menerangi perjalanan mereka di malam hari.  Namun kita tidak membaca catatan bahwa, mereka mengucap syukur dan memuliakanTuhan!
Bagaimana dengan saudara dan saya?  Tuhan sudah melepaskan kita dari berbagai persoalan pelik.  Haruskah Ia membawa kita kembali kepada kesusahan untuk “sekedar” mengingatkan kita akan segala kebaikan-Nya dalam hidup kita??

Bagi Mesir – Secara eksplisit Tuhan mau agar “orang Mesir mengetahui, bahwa Akulah TUHAN.”  Tak ada yang lain!  Bangsa Israel tidak tersesat di padang gurun, seperti perkiraan Firaun.  Tuhan sengaja membawa mereka kembali!

Tuhan Yang Akan Berperang
Fakta dan Alasan mengapa Tuhan mengembalikan bangsa Israel ke Mesir:

1. Melemahnya Iman
“Ketika Firaun telah dekat, orang Israel menoleh, maka tampaklah orang Mesir bergerak menyusul mereka. Lalu sangat ketakutanlah orang Israel dan mereka berseru-seru kepada TUHAN” – Keluaran 14:10.

Ketidak-percayaan menghasilkan ketakutan.  Saat ragu melakukan sesuatu, kita akan merasa takut.  Ketika itu terjadi, kita perlu mengevaluasi dan mendeteksi apa penyebab ketakutan kita.

Orang penakut adalah salah satu kelompok yang akan masuk ke dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang = neraka – Wahyu 21:8.  Contoh sederhana: takut berbuat baik – Yakobus 4:17. Ketika kita takut, saat itulah kita meragukan kuasa Tuhan; tanda bahwa iman mulai runtuh.

2. Bersungut-Sungut
“dan mereka berkata kepada Musa: "Apakah karena tidak ada kuburan di Mesir, maka engkau membawa kami untuk mati di padang gurun ini?...” – Keluaran 14:11.

Ketidak-percayaan menghasilkan ketakutan; dan ketakutan menelurkan persungutan! 

Dengan segala keterbatasan dan kelemahan seorang Musa, Tuhan telah memilihnya untuk membebaskan  bangsa Israel.  Namun, saat ketakutan dan keputus-asaan melanda karena menghadapi jalan buntu, bangsa Israel mulai bersungut-sungut kepada Musa, hamba pilihanTuhan!

Dalam keputus-asaan, mereka tidak dapat “melihat” perlindungan dan jaminan keselamatan dari Tuhan!

3. Perkara Duniawi
Ketika terhimpit dan nyawa terancam, tiba-tiba bangsa Israel mengingat betapa “nikmatnya” hidup, bekerja, makan dan minum di Mesir; merasa lebih baik tetap tinggal dan bekerja di sana ketimbang mati di padang gurun.

Dalam kepanikan, mereka “lupa”, bahwa tatkala seorang sungguh-sungguh percaya dan taat pada perintah Tuhan, maka ia akan diberkati: rohani dan jasmani!

4. “Kamu Akan Diam Saja”
“Tetapi berkatalah Musa kepada bangsaitu: "Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya” – Keluaran 14:13.

Dalam keadaan teramat genting: terhimpit di antara tentara Mesir yang siap membinasakan dari belakang, dan lautan luas yang tak terseberangi di hadapan mereka, Musa menyuruh mereka berdiam diri =
1) Jangan Takut;
2) Berdiri Tetap = tidak goyah; dan
3) Lihat/saksikan Keselamatan Dari Tuhan.

Bangsa Israel tidak perlu maju berperang melawan musuh.  Mereka hanya perlu berdiam diri; percaya saja.  Sebab Tuhanlah yang akan berperang bagi mereka: melenyapkan Firaun beserta seluruh pasukannya.  Haleluya!

Dan kuasa, pertolongan dan penyertaan Tuhan tak berkurang sedikitpun sampai bangsa Israel tiba di Kanaan, tanah perjanjian yang berlimpah susu dan madu.

Apakah tekanan hidup membuat saudara mulai meragukan Tuhan?  Janji dan jaminan Tuhan yang sama ditujukan bagi setiap saudara dan saya yang percaya kepada-Nya.  Mari, imani dan yakini, Dia akan berperang dan menyelesaikan setiap persoalan kita sampai tuntas, dan kita akan diam saja, menyaksikan mujizat Tuhan terjadi dalam hidup kita. Tuhan Yesus memberkati saudara!

Jadwal Ibadah Minggu

Kebaktian Umum

05.30 WIB Umum I
08.15 WIB Umum II
11.15 WIB Umum III
17.00 WIB Umum IV

Sekolah Minggu
07.30 WIB Sekolah Minggu (besar)
09.00 WIB Sekolah Minggu (kecil)
17.30 WIB Sekolah Minggu (kecil)