Khotbah Minggu, 20 November 2016

KETURUNAN ILLAHI
Ayat Pokok: Kejadian 1:26 ~ Kejadian 2:1
Oleh: Pdt. Jefry Rengkung ( Merauke Papua )
 
alam ciptaanNya yang terakhir, Allah Semesta Alam menghadirkan rupa dan gambarNya.  Allah menghendaki wujud dan gambarNya bisa dilihat dalam diri manusia.  Namun di kemudian hari, Dia malah “menyesal” telah menjadikan manusia.  Mengapa?  Sebab manusia berbuat jahat; menjauh dari jalan Allah; mengikuti nafsu dan kehendak sendiri.  Dan Alkitab mencatat, “hal itu memilukan hati-Nya” – Kejadian 6:1-6.

Penyesalan Tuhan terhadap manusia kemudian dinyatakanNya dalam air bah yang memenuhi seluruh bumi dan menghapuskan keturunan manusia!  

Keturunan Illahi
Sejatinya, Adam dan Hawa melahirkan keturunan Illahi, sebab mereka diciptakan menurut rupa dan gambar Allah sendiri!  Allah memerintahkan Adam dan Hawa untuk memenuhi bumi dengan keturunan mereka.  Ia bahkan memberi kepercayaan kepada manusia untuk berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.

Namun yang terjadi kemudian adalah sebaliknya.  Sejak kejatuhan mereka, Adam dan Hawa melahirkan keturunan manusia darah daging yang tidak lagi mencerminkan rupa dan gambar Allah!  Itu sebabnya di kemudian hari Ia menyatakan DiriNya dalam Putera

“Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya” - Yohanes 1:18.

Otoritas Illahi
Setelah menjadikan manusia, Allah tidak menempatkan mereka di sembarang tempat yang gersang.  Ia menempatkan mereka di satu taman nan indah dan lengkap untuk memenuhi kebutuhan mereka.  Ia bahkan memberi kuasa/otoritas atas seluruh isi bumi – Kejadian 1:26-30.

Ukuran Illahi
Usai menciptakan manusia, Allah memandang ciptaanNya itu sungguh amat baik!  Sebab manusia diciptakan persis menurut gambar dan rupaNya. 

Ia lalu memberi otoritasNya kepada manusia untuk menguasai/mengelola dunia dan segala isinya. 
Dan seiring dengan otoritas yang diberikanNya kepada manusia, Allah menuntut manusia hidup menurut ukuran yang telah ditetapkanNya!

Antara lain:

  1. Tidak sombong.  Allah membenci orang yang sombong; ingin menyamai Allah!  Lucifer ingin menjadi menjadi sama dengan Yang Mahatinggi.  Dan kita tahu hukuman apa yang diterimanya dari Allah - Yesaya 14.
  2. Tetap Percaya meski menghadapi kemustahilan.  Di tangan Tuhan, 5 ketul roti dan 2 ekor ikan bisa memberi makan sampai kenyang 5000 orang bahkan masih sisa 12 bakul!
  3. Menjaga Mulut.  Tak seorangpun berkuasa menjinakkan lidah; “ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan” – Yakobus 3:8.  Tapi di tangan Tuhan, mulut kita akan menjadi berkat.  Yesaya mengaku sebagai orang yang najis bibir.  Namun setelah Allah menjamah bibirnya, barulah ia berani berkata, “Ini aku, utuslah aku!” - Yesaya 6.

Mari datang kepada Tuhan dengan ukuran Illahi.  Jangan menjadi orang Kristen tetapi mengecewakan dan membuat Dia menyesal telah menjadikan saudara dan saya!  Kiranya dari hari ke hari kita menjadi semakin berkurang dan Allah semakin bertambah di dalam kita; Kian hari menjadi semakin serupa dengan Dia.  Haleluya!
Tuhan Yesus memberkati saudara!
 

Jadwal Ibadah Minggu

Kebaktian Umum

05.30 WIB Umum I
08.15 WIB Umum II
11.15 WIB Umum III
17.00 WIB Umum IV

Sekolah Minggu
07.30 WIB Sekolah Minggu (besar)
09.00 WIB Sekolah Minggu (kecil)
17.30 WIB Sekolah Minggu (kecil)