6 Penyebab Penyumbatan Darah pada Jantung

Penyumbatan darah pada jantung atau coronary artery disease merupakan salah satu jenis penyakit jantung yang sering terjadi.

Penyumbatan darah pada jantung biasanya dimulai dengan adanya kerusakan atau luka pada lapisan dalam dari arteri koroner jantung, bahkan bisa terjadi saat masih kanak-kanak. Kerusakan ini akan mengakibatkan penumpukan plak atau sisa lemak dari kolesterol dan buangan sel-sel lainnya. Proses ini disebut atherosclerosis.

Jika permukaan plak rusak atau hancur, sel-sel darah bernama platelet akan menggumpal di lokasi cedera untuk memperbaiki arteri. Gumpalan ini yang nantinya akan menyumbat arteri dan dapat menyebabkan serangan jantung.

Agar menghindari terjadinya penyumbatan darah, mari kita kenali 6 penyebab utamanya:

1. Merokok

Sudah jelas, merokok menjadi penyebab utama dari banyak penyakit kronis yang ada di dunia. Kandungan nikotin dan berbagai macam bahan kimia dalam asap maupun bagian filter jelas membahayakan seluruh organ tubuh, termasuk jantung.

Tak hanya perokok aktif, paparan asap rokok pada perokok pasif juga membuat mereka berisiko tinggi sakit jantung.

2.Hipertensi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat berakibat mengeras dan menebalnya arteri, menjadikan saluran tempat aliran darah ke jantung menyempit. Perubahan struktur pada dinding arteri tersebut bisa berakhir mencederai atau merusaknya, dan mengakibatkan penumpukan plak yang berujung pada penyumbatan darah ke jantung.

3. Kolesterol tinggi

Tingginya kadar kolesterol dalam darah dapat meningkatkan risiko terbentuknya plak dan terjadi atherosclerosis. Kolesterol tinggi dapat disebabkan oleh tingginya kadar kolesterol "jahat" alias low-density lipoprotein (LDL) cholesterol.

Begitu pula dengan rendahnya kadar kolesterol "baik" alias high-density lipoprotein (HDL) cholesterol juga dapat berkontribusi menyebabkan terjadinya atherosclerosis.

4. Diabetes

Sudah bukan hal yang mengejutkan lagi bahwa diabetes dan penyakit jantung akan selalu berkaitan. Bahkan, faktor risiko penyakit arteri koroner dan diabetes tipe 2 hampir mirip, seperti misalnya obesitas dan tekanan darah tinggi.

5. Gaya hidup tidak sehat

Gaya hidup tidak sehat berperan besar dalam meningkatkan risiko terkena penyakit jantung. Gaya hidup sedenter yang kurang aktif bergerak, misal duduk terlalu lama saat bekerja merupakan salah satunya.

Dengan kurang aktifnya gerak tubuh juga bisa menyebabkan kegemukan yang lalu mengarah pada obesitas juga bisa menjadi penyebab. Terlebih lagi, jika ditambah dengan pola makan yang tidak sehat seperti gemar makan junk food yang penuh lemak jenuh, lemak trans, garam dan gula.

Satu hal lagi yang termasuk dalam gaya hidup tidak sehat adalah sering minum alkohol yang dapat merusak otot jantung.

6. Stres

Stres bisa berakibat buruk jika terlalu lama dan tidak ada pemulihan. Sering mendengar ungkapan orang stres atau marah-marah hingga seakan pembuluh darahnya pecah? Itu bisa saja terjadi, lho.

Jika tidak segera ditangani, stres bisa merusak arterimu yang berujung menjadi penyumbatan darah ke jantung. Selain itu stres juga bisa berkontribusi menjadi penyakit kronis lainnya seperti stroke. (DetikHealth)

Jadwal Ibadah Minggu

  Kebaktian Umum
  05.30 Ibadah I
  08.15 Ibadah II
  11.15 Ibadah III
  17.00 Ibadah IV

Sekolah Minggu
08.15 Kelas Besar
09.00 Kelas Kecil
11.30 Kelas Kecil
17.30 Kelas Kecil