Ringkasan Khotbah

Khotbah Minggu, 25 Februari 2018

LOT DISELAMATKAN
Ayat Pokok: Kejadian 19:16
Oleh: Pdt. Rober Nender (Papua Barat)

Sebelum Tuhan memusnahkan kota Sodom dan Gomora, Tuhan mengutus malaikat-Nya untuk memberitahu Lot agar segera keluar dari kota itu. “Ketika ia berlambat-lambat, maka tangannya, tangan isteri dan tangan kedua anaknya dipegang oleh malaikat tersebut, sebab TUHAN hendak mengasihani dia; lalu malaikat itu menuntunnya keluar kota dan melepaskannya di sana."

Khotbah Minggu, 18 Februari 2018

BERDIRI ATAS JANJI ALLAH
Ayat Pokok: Roma 4:20-21
Oleh: Pdt. Sun Hin Lumintang (SulTeng)

Pada waktu Allah menetapkan Abraham menjadi bapa banyak bangsa, usianya kira-kira telah seratus tahun. Tubuhnya sudah sangat lemah. Demikian pula dengan Sara, rahimnya telah tertutup. “Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya, dan ia memuliakan Allah, dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan.” Janji Allah bukan hanya untuk Abraham, tetapi juga untuk saudara dan saya, karena kita percaya kepada Dia, yang telah membangkitkan Yesus, Tuhan kita, dari antara orang mati, yaitu Yesus, yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita (ay. 24-25). 

Bagaimana caranya supaya janji Allah bisa terlaksana dalam hidup kita?

Khotbah Minggu, 11 Februari 2018

BERMEGAH DALAM ALLAH
Ayat Pokok: Roma 5:1-2
Oleh: Pdm. Marlin Anthonie

Mengapa kita harus bermegah di dalam Allah? Karena kita dibenarkan oleh iman. Tidak ada manusia yang dapat membenarkan dirinya sendiri, dan tidak ada manusia yang dapat dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat (Roma 3:20).

Khotbah Minggu, 4 Februari 2018

HIDUP BERKENAN KEPADA-NYA
Ayat Pokok: Kisah Para Rasul 13:22
Oleh: Pdt. Paulus Ogino Runkat

Daud adalah orang yang berkenan di hadapan Allah. Allah sangat senang kepadanya. Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja Israel. Allah menyatakan: “Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku.” (Kisah Para Rasul 13:22). Namun dalam perjalanan hidupnya Daud jatuh ke dalam dosa. Ia melakukan hal yang tidak benar di hadapan Allah terus-menerus meskipun sudah mendapatkan teguran. Tetapi kemudian Daud menyadari akan dosanya dan karena itu ia berkata, “Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, … Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku! Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan …” (Mazmur 51:12-14). Bila kita hidup dalam dosa, Tuhan akan menjauh dan Roh-Nya yang kudus akan meninggalkan kita, maka kita akan kehilangan sukacita.

Khotbah Minggu, 28 Januari 2018

ALLAH ITU SETIA
Ayat Pokok: Ulangan 7:9
Oleh: Ev. Andreas Santosa

Sebab itu haruslah kauketahui, bahwa TUHAN, Allahmu, Dialah Allah, Allah yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada beribu-ribu keturunan. Jadi ada lima hal yang dikemukakan dalam ayat pokok: 1) Dia adalah Allah. 2) Allah yang setia. 3) Allah yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya. 4) Allah yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya kepada orang yang berpegang pada perintah-Nya. 5) Allah yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya kepada orang yang berpegang pada perintah-Nya sampai kepada beribu-ribu keturunan.

Ulangan 7:9 dimulai dengan kata “Sebab itu”, berarti ada banyak hal yang harus kita ketahui di ayat-ayat sebelumnya.

Khotbah Minggu, 21 Januari 2018

MENGATASI STAGNAN ROHANI
Ayat Pokok: Ibrani 5:13
Oleh: Ev. Yermia M. Kristanto

Stagnan adalah suatu keadaan yang tidak ada kemajuan/progres. Dalam hal kerohanian artinya tidak ada pertumbuhan rohani. Ibrani 5:13 menyebutnya "anak kecil" yang masih memerlukan susu, bukan makanan keras (ay. 12). Ibarat pohon adalah pohon bonsai. Allah tidak menghendaki kita menjadi pohon bonsai; pohon yang tidak bisa tinggi, tidak bertumbuh. 1 Korintus 3:3 mengatakannya "manusia duniawi"; hidup secara duniawi.

Khotbah Minggu, 14 Januari 2018

PERJUANGAN MEMPERTAHANKAN IMAN
Ayat Pokok: Yudas 1:17-23
Oleh: Pdt. Horas F. Nainggolan

Kitab Kejadian adalah kitab permulaan. Permulaan penciptaan, permulaan jatuhnya manusia ke dalam dosa, permulaan bagaimana Allah menyatakan kasih-Nya, bahkan permulaan Allah menyatakan umat pilihan-Nya. Dalam Kejadian 1 dikatakan bahwa Allah menciptakan manusia serupa dengan gambar-Nya supaya manusia berkuasa atas segala ciptaan-Nya. Ketika manusia jatuh ke dalam dosa, Allah tidak langsung menghukum atau memusnahkannya. Allah yang penuh kasih dan kemurahan itu mengangkat manusia kembali dan terus menyatakan kuasa-Nya kepada manusia.

Jadwal Ibadah Minggu

  Kebaktian Umum
  05.30 Ibadah I
  08.15 Ibadah II
  11.15 Ibadah III
  17.00 Ibadah IV

Sekolah Minggu
08.15 Kelas Besar
09.00 Kelas Kecil
11.30 Kelas Kecil
17.30 Kelas Kecil