Renungan Minggu Ini

Petunjuk Penggunaan Renungan

  1. Berdoalah sebelum mulai membaca Firman Tuhan dan persekutuan pribadi dengan Tuhan supaya Roh Kudus menerangi hati dan pikiran kita.
  2. Bacalah ayat-ayat Firman Tuhan yang disarankan sebelum membaca ulasan Firman Tuhan.
  3. Renungkan bacaan dan ulasan Firman Tuhan yang telah dibaca, kemudian segera refleksikan dalam kehidupan pribadi Saudara.
  4. Mintalah pertolongan Roh Kudus supaya memberi kesanggupan kepada Saudara untuk melakukan Firman Tuhan dan keputusan Saudara hari ini.
  5. Berdoalah dan mengucap syukurlah atas berkat dari Renungan Firman Tuhan yang telah Saudara dapatkan.

 

Iman Yang Menyelamatkan Keluarga

Ibrani  11:7 Karena iman, maka Nuh -- dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan -- dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya.

Saya pernah berkenalan dengan sepasang suami istri yang membawa anaknya untuk didoakan. Masih bayi kira-kira baru berumur 4-5 bulan. Kondisi bayi mereka sangat memilukan hati. Bayi cantik berkulit putih itu hampir 40% tubuhnya tumbuh daging seperti borok. Bahkan matanya menjadi buta karena borok itu pun tumbuh di mata. Seorang rekan hamba Tuhan Senior memberitahukan saya, sesuai pengakuan mereka, itu akibat sang ayah pernah pergi ke Gunung Kawi dan menjadikan anaknya tumbal bagi kesuksesan bisnis mereka.  Sekarang mereka bertobat dengan penyesalan yang dalam.

Merasa Lebih Hebat

Yakobus 2:4 “Bukankah kamu telah membuat pembedaan di dalam hatimu dan bertindak sebagai hakim dengan pikiran yang jahat?"

Yesus pernah mengutus murid-muridNya berdua-dua, dan memberi mereka kuasa sehingga mereka melakukan banyak mujizat, mengusir roh-roh jahat dan menyembuhkan orang sakit demi Nama-Nya (Mrk. 6:7-13). Pengalaman ini membuat para murid merasa bahwa mereka adalah orang-orang yang istimewa. Mereka adalah sekelompok orang yang luar biasa yang dapat melakukan perkara-perkara yang tidak dapat dilakukan oleh orang lain di luar kelompok mereka.

Berbakti Kepada Orang Tua

I Timotius  5:4 Tetapi jikalau seorang janda mempunyai anak atau cucu, hendaknya mereka itu pertama-tama belajar berbakti kepada kaum keluarganya sendiri dan membalas budi orang tua dan nenek mereka, karena itulah yang berkenan kepada Allah.

Saya kagum kepada seorang rekan pengerja pada sebuah Gereja. Ia sungguh berbakti kepada ibunya yang telah ditinggalkan ayahnya beberapa tahun lalu. Walau dengan keterbatasan berkat yang diterimanya setiap bulan, ia tetap setia support orangtuanya yang memang tidak lagi memiliki sumber penghasilan. Seorang anak yang berbakti dan tahu membalas budi orang tua.

Mempersiapkan Warisan

“Karena iman ia diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing dan di situ ia tinggal di kemah dengan Ishak dan Yakub, yang turut menjadi ahli waris janji yang satu itu.” Ibrani 11:9

Abraham meninggalkan Haran, kota kediaman keluarganya, menuju ke suatu tempat yang belum diketahuinya hanya karena janji Tuhan bahwa tanah yang akan ditujunya akan diberikan Tuhan menjadi milik pusaka keturunannya. Bahkan di tempat yang asing tersebut, Abraham bertahan sekalipun harus melalui banyak pengalaman yang tidak mengenakkan, karena ia mau supaya keturunannya bisa mewarisi tanah Kanaan.

Ayah Yang Baik

”Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah dalam hati anak-anakmu,...” (Efesus 6:4a)

Saya ingat sewaktu pertama kali saya menjemput anak-anak saya pulang sekolah. Saya merasakan sukacita yang luar biasa. Saat itu, saya baru saja memasuki pelataran parkir sekolah, dari kejauhan saya melihat anak-anak saya masih bermain dengan teman-temannya. Ketika mereka melihat saya, dengan spontan mereka berteriak, ”Daddy..daddy...,” sambil berkata kepada temannya dan menunjuk ke arah saya, ”Itu papa aku!”. Dengan nada bangga mereka berseru memanggil-manggil saya. Hal itu membuat saya sangat gembira dan sekaligus terharu. Jelas peristiwa itu tidak dapat saya lupakan.

Self Service

“TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia." Kejadian 2:18

Ketika ALLAH menyelesaikan ciptaan-Nya, ALLAH berkata bahwa semuanya itu sungguh amat baik. Tapi ada satu hal yang mengusik hati ALLAH, sehingga ALLAH menilai ada sesuatu yang membuat ciptaan-Nya itu, “Tidak baik”. Yaitu ketika ALLAH melihat Adam sendirian tanpa teman. Kemudian ALLAH membuat Hawa dari rusuk Adam dan menempatkannya sebagai pendamping bagi Adam.

Jangan Jadi Murtad

“Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya. Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.” 1 Yohanes 4:20-21

Manusia suka sekali mengklasifikasikan apapun yang ada di sekitarnya baik itu tumbuhan, binatang, dan sebagainya. Dalam Alkitab, disebutkan berbagai tipe manusia; orang yang tidak kenal Tuhan, orang fasik, orang yang setia dan ada orang yang murtad. Di antara sekian banyak ‘tingkatan kerohanian’, orang murtad seringkali dianggap sebagai tingkatan yang paling bawah. Alkitab sendiri berkata bahwa orang yang murtad itu cocok dengan peribahasa “Anjing kembali ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya.”  (2 Ptr. 2:20-22).

Jadwal Ibadah Minggu

  Kebaktian Umum
  05.30 Ibadah I
  08.15 Ibadah II
  11.15 Ibadah III
  17.00 Ibadah IV

Sekolah Minggu
08.15 Kelas Besar
09.00 Kelas Kecil
11.30 Kelas Kecil
17.30 Kelas Kecil