Renungan Minggu Ini

Petunjuk Penggunaan Renungan

  1. Berdoalah sebelum mulai membaca Firman Tuhan dan persekutuan pribadi dengan Tuhan supaya Roh Kudus menerangi hati dan pikiran kita.
  2. Bacalah ayat-ayat Firman Tuhan yang disarankan sebelum membaca ulasan Firman Tuhan.
  3. Renungkan bacaan dan ulasan Firman Tuhan yang telah dibaca, kemudian segera refleksikan dalam kehidupan pribadi Saudara.
  4. Mintalah pertolongan Roh Kudus supaya memberi kesanggupan kepada Saudara untuk melakukan Firman Tuhan dan keputusan Saudara hari ini.
  5. Berdoalah dan mengucap syukurlah atas berkat dari Renungan Firman Tuhan yang telah Saudara dapatkan.

 

Ketika Dia Periksa Hati Ini

Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya. (Yeremia 17:10)

Waktu kami pulang melayani dari pedalaman Lampung Timur, ketika sampai di pelabuhan Bakauheni dan hendak masuk membeli tiket masuk kapal, saat itu kendaraan yang kami tumpangi diperiksa oleh pihak berwajib karena ada razia Narkoba. Hal itu terjadi bukan terhadap kendaraan yang kami tumpangi saja tapi juga bagi kendaraan lainnya. Bagi kami tidak menjadi masalah karena bukan pemakai atau pengedar narkoba. Namun bagi mereka yang menjadi pengguna atau pengedar, maka pemeriksaan ini sangat menakutkan, sebab petugas memeriksa dengan seksama dan dengan begitu teliti.

Kebebasan

"Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun. (1 Korintus 10:23)

Memang benar kita memperoleh kebebasan setelah kita hidup baru dalam kasih karunia Allah. Hanya saja jangan sembarangan menggunakan kebebasan hidup kita tersebut. Contohnya dalam hal makanan. Alkitab mencatat, “Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun.” (1 Korintus 6:12). Kita harus berhati-hati dan bijaksana untuk memelihara kebebasan hidup kita sehari-hari, supaya bisa memuliakan Allah dengan tubuh kita yang adalah bait Roh Kudus. Apakah yang menjadi tolok ukur sebagai batasan agar tidak kebablasan dalam menggunakan kebebasan hidup kita?

Seni Bertahan

Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. (Matius 10:22)

Sehari-hari saya menggunakan kereta api listrik untuk berangkat kerja. Naik kereta di jam-jam kerja tidaklah selalu bisa mujur mendapatkan tempat duduk. Saya lebih sering harus berdiri karena kalah dalam berebut tempat duduk dengan penumpang lain. Namun tahukah Anda bahwa berdiri di atas kereta yang berjalan selama lebih dari sejam itu membutuhkan seni tersendiri? Ya, seni untuk bertahan tetap berdiri, walau guncangan akibat jalannya kereta terkadang mampu menggeser jauh posisi kaki kita. Belum lagi desakan dari sesama penumpang yang memaksa masuk ke dalam kereta yang sudah penuh sesak. Tapi karena kereta tak mengenal kata “macet” maka kereta tetap menjadi transportasi pilihan terfavorit bagi pegawai kantoran.

Mengukir Jejak

TUHAN, aku cinta pada rumah kediaman-Mu dan pada tempat kemuliaan-Mu bersemayam. (Mazmur 26:8)

Seorang bocah lahir dan tumbuh menjadi dewasa dengan rambut yang hanya bisa dihitung dengan jari. Bicaranya pun sangat tidak jelas sehingga orang sulit untuk berkomunikasi dengannya. Belum lagi sikapnya yang sedikit usil. Meski demikian, kematiannya meninggalkan kesan yang sangat mendalam bagi orang-orang di sekitarnya dan juga komunitas gereja. Bahkan seorang rekan seiman menyatakan bahwa kebanyakan orang yang melayat merasa bahagia saat melihat senyum menghiasi wajahnya.

Menyempurnakan Kekudusan Kita

... marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah. (2 Korintus 7:1)

Sejak kita lahir baru, kita dipanggil oleh Allah untuk hidup di dalam terang. Maksud dari hidup di dalam terang adalah hidup melakukan kehendak Allah. Kita mengenal kehendak Allah - apa yang boleh dan apa yang tidak, juga rencana Allah bagi hidup kita - melalui persekutuan kita dengan firman-Nya. Kita menerima firman-Nya melalui khotbah, membaca buku-buku rohani dan renungan harian, tetapi terutama lewat membaca Alkitab. 

Terbesar dalam Kerajaan Sorga

Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?" (Matius 18:1)

Pada umumnya setiap manusia memiliki sifat suka berkompetisi. Sifat ini ditandai dengan keinginan untuk menang dan mengalahkan orang lain yang menjadi pesaingnya. Salah satu bentuk dari keinginan duniawi itu adalah ingin menjadi yang terbesar, terhebat, terpandai, terkaya, terkenal dan sebagainya. Hal itu juga yang dimiliki oleh murid-murid Yesus yang bertanya kepada-Nya seperti yang kita baca dalam teks di atas.

Jadwal Ibadah Minggu

  Kebaktian Umum
  05.30 Ibadah I
  08.15 Ibadah II
  11.15 Ibadah III
  17.00 Ibadah IV

Sekolah Minggu
08.15 Kelas Besar
09.00 Kelas Kecil
11.30 Kelas Kecil
17.30 Kelas Kecil