Renungan Minggu Ini

Petunjuk Penggunaan Renungan

  1. Berdoalah sebelum mulai membaca Firman Tuhan dan persekutuan pribadi dengan Tuhan supaya Roh Kudus menerangi hati dan pikiran kita.
  2. Bacalah ayat-ayat Firman Tuhan yang disarankan sebelum membaca ulasan Firman Tuhan.
  3. Renungkan bacaan dan ulasan Firman Tuhan yang telah dibaca, kemudian segera refleksikan dalam kehidupan pribadi Saudara.
  4. Mintalah pertolongan Roh Kudus supaya memberi kesanggupan kepada Saudara untuk melakukan Firman Tuhan dan keputusan Saudara hari ini.
  5. Berdoalah dan mengucap syukurlah atas berkat dari Renungan Firman Tuhan yang telah Saudara dapatkan.

 

Penderitaan Sekarang Ini

Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. (Roma 8:18)

Proses penggenapan janji-janji Allah kepada kita yang adalah anak Allah, bukanlah proses yang terasa nyaman dan mudah. Prosesnya ternyata melibatkan banyak penderitaan di zaman sekarang ini. Lantas, apakah tujuan dan manfaat dari penderitaan yang harus kita alami bersama Kristus di masa sekarang?

Domba Kesayangan

Didapati-Nya dia di suatu negeri, di padang gurun, di tengah-tengah ketandusan dan auman padang belantara. Dikelilingi-Nya dia dan diawasi-Nya, dijaga-Nya sebagai biji mata-Nya. (Ulangan 32:10)

When peace like a river, attendeth my way,
When sorrows like sea billows roll
Whatever my lot, Thou hast taught me to say
It is well, it is well with my soul.
It is well, with my soul. It is well, it is well with my soul.

Horatio G. Spafford menciptakan lagu terkenal di atas ketika ia dan isterinya, Anna kehilangan kelima putra dan putri mereka. Putra semata wayang mereka meninggal dunia akibat serangan demam yang tak teratasi di tahun 1870. Tiga tahun kemudian, keempat putri mereka menyusul adik bungsunya pada kecelakaan tenggelamnya kapal yang mereka tumpangi bersama ibunya. Sayang, hanya sang ibulah yang ditemukan terapung-apung di tengah lautan lepas dalam keadaan masih bernyawa oleh tim penyelamat saat itu. Waktu Horatio mendapat kesempatan untuk berlayar tepat di atas tempat tenggelamnya kapal tersebut, ia tidak berpikir bahwa keempat putri mereka ada jauh di bawah sana. Horatio menuliskan syair lagu di atas dan berkata, “Kami melewati tempat di mana kapal itu tenggelam di tengah laut sedalam tiga mil. Tapi saya tidak berpikir orang-orang terkasih kami ada di sana. Mereka telah terbungkus dengan aman bagai domba kesayangan.”

Mengikatkan Diri

Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia. (1 Korintus 6:17)

Seorang murid mengeluh kepada gurunya tentang sesuatu yang membelenggu hatinya. Mendengar keluh kesah sang murid, guru melontarkan satu pertanyaan kepada semua murid, “Siapakah yang bisa melepaskan kalung lonceng yang melingkar di leher harimau?” Semua hening, tak satu pun bisa menjawab. Kemudian guru melanjutkan perkataannya, “Yang bisa melepaskan, orang yang mengalungkan di leher harimau itu. Belenggu hanya bisa dilepaskan oleh diri sendiri yang telah membuatnya terbelenggu.”

Bukan Pertemuan Ibadah

Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat. (Ibrani 10:25)

Beberapa tahun lalu ketika masih tergabung di pelayanan media televisi, saya sering menerima pendapat lewat pelayanan doa melalui telepon seperti ini: "Pak, saya hari Minggu gak ke gereja mana-mana. Cukuplah bagi saya mengikuti program rohani Kristen di televisi. Kan ada pujian dan khotbahnya juga. Itu sama saja saya ke gereja." Fenomena ini terasa janggal, tetapi bukan tidak mungkin jumlah mereka yang berpendapat seperti itu melebihi perkiraan kita.

Semangat Semangat Semangat!

Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah? (Amsal 18:14)

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata semangat memiliki beberapa arti, dan salah satu arti yang tepat untuk ayat di atas adalah "nafsu" (kemauan, gairah) untuk bekerja, berjuang, dsb. Semangat ada dalam jiwa manusia, yang dapat berubah-ubah. Semangat dapat mempengaruhi tubuh untuk memiliki kemauan atau gairah untuk berkarya atau mencapai sesuatu yang dikehendaki dan dicita-citakannya, atau bahkan sebaliknya.

Tabur Dan Tuai

Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.  (1 Yohanes 3:3)

Ketika seseorang menabur benih, maka apa yang ditaburkan hari ini akan menentukan jenis buah yang akan dituai esok. Kalau apa yang ditabur dalam daging, seperti kebencian, iri hati, sakit hati dan sebagainya, maka pasti yang akan dituai adalah kebinasaan. Namun begitu juga sebaliknya, jika yang ditabur dalam Roh, seperti kasih, sukacita, murah hati, sabar dan sebagainya maka yang akan dituai adalah kehidupan kekal, seperti firman Tuhan tertulis dalam Galatia 6:7,10; Mazmur 126:5,6).

Kasih Bapa

Liihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia. (1 Yohanes 3:1)

Rasul Yohanes dalam 1 Yohanes 3:1 meminta kita supaya melihat betapa besarnya kasih Bapa kepada kita. Karena kasih-Nya maka kita disebut anak-anak Allah. Dan kita memang anak-anak Allah. Di sinilah kita pun perlu belajar tentang cinta Allah, cinta-Nya yang tak terukur dan kualitas-Nya berbeda dengan cinta manusia.

Jadwal Ibadah Minggu

  Kebaktian Umum
  05.30 Ibadah I
  08.15 Ibadah II
  11.15 Ibadah III
  17.00 Ibadah IV

Sekolah Minggu
08.15 Kelas Besar
09.00 Kelas Kecil
11.30 Kelas Kecil
17.30 Kelas Kecil