Renungan Minggu Ini

Petunjuk Penggunaan Renungan

  1. Berdoalah sebelum mulai membaca Firman Tuhan dan persekutuan pribadi dengan Tuhan supaya Roh Kudus menerangi hati dan pikiran kita.
  2. Bacalah ayat-ayat Firman Tuhan yang disarankan sebelum membaca ulasan Firman Tuhan.
  3. Renungkan bacaan dan ulasan Firman Tuhan yang telah dibaca, kemudian segera refleksikan dalam kehidupan pribadi Saudara.
  4. Mintalah pertolongan Roh Kudus supaya memberi kesanggupan kepada Saudara untuk melakukan Firman Tuhan dan keputusan Saudara hari ini.
  5. Berdoalah dan mengucap syukurlah atas berkat dari Renungan Firman Tuhan yang telah Saudara dapatkan.

 

Mengikatkan Diri

Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia. (1 Korintus 6:17)

Seorang murid mengeluh kepada gurunya tentang sesuatu yang membelenggu hatinya. Mendengar keluh kesah sang murid, guru melontarkan satu pertanyaan kepada semua murid, “Siapakah yang bisa melepaskan kalung lonceng yang melingkar di leher harimau?” Semua hening, tak satu pun bisa menjawab. Kemudian guru melanjutkan perkataannya, “Yang bisa melepaskan, orang yang mengalungkan di leher harimau itu. Belenggu hanya bisa dilepaskan oleh diri sendiri yang telah membuatnya terbelenggu.”

Bukan Pertemuan Ibadah

Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat. (Ibrani 10:25)

Beberapa tahun lalu ketika masih tergabung di pelayanan media televisi, saya sering menerima pendapat lewat pelayanan doa melalui telepon seperti ini: "Pak, saya hari Minggu gak ke gereja mana-mana. Cukuplah bagi saya mengikuti program rohani Kristen di televisi. Kan ada pujian dan khotbahnya juga. Itu sama saja saya ke gereja." Fenomena ini terasa janggal, tetapi bukan tidak mungkin jumlah mereka yang berpendapat seperti itu melebihi perkiraan kita.

Semangat Semangat Semangat!

Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah? (Amsal 18:14)

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata semangat memiliki beberapa arti, dan salah satu arti yang tepat untuk ayat di atas adalah "nafsu" (kemauan, gairah) untuk bekerja, berjuang, dsb. Semangat ada dalam jiwa manusia, yang dapat berubah-ubah. Semangat dapat mempengaruhi tubuh untuk memiliki kemauan atau gairah untuk berkarya atau mencapai sesuatu yang dikehendaki dan dicita-citakannya, atau bahkan sebaliknya.

Tabur Dan Tuai

Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.  (1 Yohanes 3:3)

Ketika seseorang menabur benih, maka apa yang ditaburkan hari ini akan menentukan jenis buah yang akan dituai esok. Kalau apa yang ditabur dalam daging, seperti kebencian, iri hati, sakit hati dan sebagainya, maka pasti yang akan dituai adalah kebinasaan. Namun begitu juga sebaliknya, jika yang ditabur dalam Roh, seperti kasih, sukacita, murah hati, sabar dan sebagainya maka yang akan dituai adalah kehidupan kekal, seperti firman Tuhan tertulis dalam Galatia 6:7,10; Mazmur 126:5,6).

Kasih Bapa

Liihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia. (1 Yohanes 3:1)

Rasul Yohanes dalam 1 Yohanes 3:1 meminta kita supaya melihat betapa besarnya kasih Bapa kepada kita. Karena kasih-Nya maka kita disebut anak-anak Allah. Dan kita memang anak-anak Allah. Di sinilah kita pun perlu belajar tentang cinta Allah, cinta-Nya yang tak terukur dan kualitas-Nya berbeda dengan cinta manusia.

Menjaga Nama Baik

Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas.  (Amsal 22:1)

Saat seorang pejabat negara ditanya apa alasannya sehingga begitu berani memiliki sikap berbeda walau risikonya berat, baik untuk karirnya maupun keluarga, ia memberi jawaban demikian. “Saya tidak ingin seumur hidup dikenang orang karena perbuatan negatif. Dalam agama saya Yesus  mengajarkan harus berani benar memilih kebenaran.”

Jangan Galau

Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku. (Mazmur 62:2)

Ada kalanya ketika berkendara, kita merasa tidak tenang atau  kepikiran ketika indikator bahan bakar sudah mendekati kosong. Selama dalam perjalanan, pastilah teringat-ingat harus mampir ke stasiun pengisian bahan bakar. Hal sebaliknya terjadi setelah tangki bahan bakar terisi penuh, mau jalan kemanapun rasanya tidak ada beban pikiran lagi.

Jadwal Ibadah Minggu

Kebaktian Umum

05.30 WIB Umum I
08.15 WIB Umum II
11.15 WIB Umum III
17.00 WIB Umum IV

Sekolah Minggu
07.30 WIB Sekolah Minggu (besar)
09.00 WIB Sekolah Minggu (kecil)
17.30 WIB Sekolah Minggu (kecil)